Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ivana Christovia Widjaja, Model Asal Indonesia Kini Meniti Karir di Jepang

Ivana Christovia Widjaja, model asal Indonesia yang sudah 18 tahun mencoba untuk menapak karirnya di Negeri Sakura.

Ivana Christovia Widjaja, Model Asal Indonesia Kini Meniti Karir di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Model asal Indonesia di Jepang, Ivana Christovia Widjaja 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tidak mudah untuk meniti karir di Jepang. Hal ini juga dialami oleh Ivana Christovia Widjaja, model asal Indonesia yang sudah 18 tahun mencoba untuk menapak karirnya di Negeri Sakura.

"Saya tidak mudah menjadi model dan caster televisi di Jepang. Penuh liku-liku, senang dan sedih. Namun syukurlah semua pelan-pelan dapat dilalui dengan baik, juga berkat bantuan banyak teman saya di sini," kata Model Indonesia di Jepang, Ivana Christovia Widjaja kepada Tribunnews.com, Senin (23/3/2020).

Salah satu yang menyedihkannya justru harus berurusan dengan sesama orang Indonesia di Pengadilan Tokyo meski belakangan kasusnya berakhir dengan kemenangannya.

Model asal Indonesia di Jepang, Ivana Christovia Widjaja
Model asal Indonesia di Jepang, Ivana Christovia Widjaja (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Saya sampai melakukan penuntutan ke pengadilan disangka jadi penipu dan diomongin jelek segala macam. Namun syukurlah semua berakhir dengan baik dan saya menang di pengadilan," lanjutnya.

Selama kariernya, ibu dari seorang puteri dan seorang putera itu, sempat tampil di tiga televisi besar di Jepang baik di NTV, TBS maupun Fuji TV.

"Saya juga menjadi pembawa acara atau reporter di sebuah televisi WakuWaku Jepang. Senang sekali," kata dia.

Baca: Bersama Melawan Covid-19 bank bjb Salurkan Bantuan Melalui Jabar Quick Response

Baca: Terjangkit Virus Corona, Paulo Maldini Dapat Dukungan dari Fransesco Totti, Carles Puyol hingga Kaka

Kenapa merasa senang?

"Ya mereka memperlakukan kita dengan sangat sopan, sangat baik, halus dan benar-benar memberikan perhatian besar kalau bekerja di perusahaan Jepang yang besar," tambahnya.

Perlakuan itu menurutnya sebagai bukti kalau Jepang memang sangat manusiawi dalam mempekerjakan karyawannya di sebuah perusahaan.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas