Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Peneliti China: Belum Ada Bukti Penderita Covid-19 Tanpa Gejala Bisa Menularkan Virus

Peneliti Cina mengungkap jika belum ada bukti jika penderita covid-19 yang tanpa gejala bisa menularkan virus

Peneliti China: Belum Ada Bukti Penderita Covid-19 Tanpa Gejala Bisa Menularkan Virus
ERIN BOLLING / US ARMY / AFP
ILUSTRASI - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pejabat tinggi kesehatan China, Lu Jinxing berusaha untuk menghilangkan kekhawatiran yang berkembang atas pasien positif virus corona atau Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala.

Pada Senin (30/3/2020), ia mengatakan 'tidak ada bukti' mereka dapat menyebarkan penyakit tersebut.

Tetapi para tenaga medis harus tetap waspada terhadap risiko tersebut.

Lu Jinxing, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC), membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara.

Hal itu ia sampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap orang-orang yang tertular virus tetapi tidak menunjukkan gejala seperti batuk, pilek dan demam.

Menurutnya, masih belum jelas apa peran pembawa virus tanpa gejala atau transmisi asimptomatik dalam pandemi global.

Dua orang tenaga medis saling berpelukan saat menangani penderita Covid-19 di RS Cremona, Lombardy, tenggara Milan, Jumat (13/3/2020). Italia adalah negara dengan tingkat pandemi virus corona tertinggi di dunia mengalahkan Cina, dengan jumlah kasus positif di atas 85 ribu jiwa dan lebih dari 9 ribu orang meninggal dunia hingga 29 Maret 2020. Ganasnya penyebaran Covid-19 di Italia membuat tenaga medis yang terbatas mulai kewalahan. AFP/PAOLO MIRANDA
Dua orang tenaga medis saling berpelukan saat menangani penderita Covid-19 di RS Cremona, Lombardy, tenggara Milan, Jumat (13/3/2020). Italia adalah negara dengan tingkat pandemi virus corona tertinggi di dunia mengalahkan Cina, dengan jumlah kasus positif di atas 85 ribu jiwa dan lebih dari 9 ribu orang meninggal dunia hingga 29 Maret 2020. Ganasnya penyebaran Covid-19 di Italia membuat tenaga medis yang terbatas mulai kewalahan.  (AFP/PAOLO MIRANDA)

Baca: Lewat Kita Bisa, Sangkuriand Sebarkan Optimisme Hadapi Pandemi Virus Corona

Tetapi South China Morning Post melaporkan sebelumnya, bahwa ada sebanyak sepertiga dari warga China yang dites positif dapat menjadi "silent carrier" dengan tidak bergejala atau gejala tertunda.

'Data rahasia' milik pemerintah yang bocor menunjukkan lebih dari 43.000 orang di China telah dites positif Covid-19 pada akhir Februari tetapi tidak memiliki gejala langsung.

Mereka dikarantina tetapi tidak dimasukkan dalam penghitungan resmi kasus yang dikonfirmasi oleh otoritas negara.

"Kami telah mengamati besar kasus tanpa gejala dan menemukan bahwa orang tersebut memiliki durasi yang relatif lama untuk menularkan virus," ujar Lu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Inza Maliana
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas