Kota Dubai Lockdown 14 Hari, Jeddah Mulai Terapkan Jam Malam
Pemerintah Kota Dubai, Uni Emirat Arab, memberlakukan lockdown (karantina wilayah) selama dua minggu mulai Sabtu (4/4/2020).
Penulis:
Febby Mahendra
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Pemerintah Kota Dubai, Uni Emirat Arab, memberlakukan lockdown (karantina wilayah) selama dua minggu mulai Sabtu (4/4/2020).
Sedangkan Arab Saudi menutup beberapa bagian Jeddah, kota Laut Merah, saat negara-negara Teluk memperketat aturan di kota-kota besar untuk menghentikan penyebaran virus corona.
Dubai sejak 26 Maret telah menerapkan jam malam, demikian pula seluruh wilayah di Uni Emirat Arab.
Komite Agung untuk Pengendalian Krisis dan Bencana mengatakan sekarang lockdown akan berlaku 24 jam selama dua minggu.
Baca: Harimau di Kebun Binatang Bronx New York Positif Terinfeksi Virus Corona
Di Dubai, pergerakan masyarakat di tempat umum akan dilarang dan orang-orang yang melanggar aturan akan ditindak tegas.
Namun, menurut laporan Kantor Berita WAM, toko-toko swalayan dan apotek, juga layanan pesan-antar makanan dan obat-obatan masih akan beroperasi secara normal.
Selama karantina wilayah, penduduk Dubai hanya diperbolehkan ke luar rumah jika ada keperluan sangat penting dan hanya satu anggota keluarga yang diperbolehkan ke luar pada waktu yang sama.
Orang-orang yang bekerja di sektor-sektor penting atau mereka yang dikecualikan oleh aturan tersebut masih bisa menjalankan kegiatan.
Layanan transportasi umum di Dubai, yaitu kereta bawah tanah dan trem, akan dihentikan selama dua pekan.
Sementara itu, selama lockdown masyarakat akan disediakan layanan bus gratis dan potongan harga 50 persen untuk pengguna taksi.
Baca: Yuk Ajarkan Anak Berkebun Sejak Dini, Kembangkan Kemampuan Motoriknya hingga Ajak Cinta Lingkungan
UAE juga akan melakukan uji besar-besaran Covid-19 di seluruh wilayah yang padat penduduk.
Kasus Covid-19 terkonfirmasi di UAE telah meningkat sebanyak 840 sejak April.
Pada Sabtu, mereka yang tertular virus itu tercatat 241 dan yang meninggal satu orang dalam 24 jam.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan pasien di negara itu sejauh ini mencapai 1.505 dan 10 kematian.
Di negara tetangga UAE, Arab Saudi, pihak berwenang juga telah mengumumkan karantina wilayah dan sebagian jam malam di tujuh kawasan di Jeddah, mulai Sabtu, sebagai bagian dari langkah untuk membendung wabah tersebut, kata Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.
Arab Saudi menjadi negara yang terdampak paling parah di antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yaitu kelompok kerajaan-kerajaan penghasil minyak.
Saudi melaporkan bahwa hingga Sabtu ada 2.179 orang yang mengidap COVID-19 dan 29 meninggal akibat virus corona jenis baru di wilayah kerajaan tersebut.
Baca: Cara Dapatkan Token Listrik Gratis PLN via WhatsApp & www.pln.co.id, Simak Caranya di Sini!
Pada Kamis (2/4/2020) lalu Arab Saudi telah melakukan lock down terhadap dua kota suci, Makkah dan Madinah.
Sebelumnya di dua kota tersebut sempat diberlakukan jam malam yang berlaku mulai pukul 15.00 hingga 06.00 waktu setempat.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut kebijakan lockdown terdapat beberapa pengecualian, antara lain bagi pekerja di sektor penting saat ini dan warga yang membeli makanan serta mengakses layanan kesehatan.
Mobil di kedua kota itu hanya diperbolehkan mengangkut satu orang saja, agar penularan virus corona bisa dicegah.
Pada Selasa (31/3/2020), pemerintah Arab Saudi juga meminta umat Muslim untuk menunda rencana beribadah haji hingga ada kejelasan mengenai akhir pandemi ini.
Provinsi Qatif, tempat kasus corona pertama Arab Saudi, telah berada di bawah kebijakan karantina wilayah hampir selama empat pekan. (cnn/feb)
Baca tanpa iklan