Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Korea Selatan Mampu Selesaikan Masalah Kelangkaan Masker, Langkah Apa yang Ditempuh Pemerintahnya?

Kelangkaan masker terjadi di berbagai negara saat pandemi virus corona melanda dunia. Termasuk Indonesia.

Korea Selatan Mampu Selesaikan Masalah Kelangkaan Masker, Langkah Apa yang Ditempuh Pemerintahnya?
Times of India
Ilustrasi masker 

TRIBUNNEWS.COM - Kelangkaan masker terjadi di berbagai negara saat pandemi virus corona melanda dunia. Termasuk Indonesia.

Meskipun masker kain telah muncul sebagai alternatif; masker medis tetap dibutuhkan oleh orang yang sedang sakit dan yang merawat.

Kelangkaan ini pun bisa berbahaya dan memperparah penyebaran penyakit.

Namun, hal ini tidak terjadi di Korea Selatan.

Diungkapkan oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-Beom, masker masih tersedia di rak-rak farmasi di Korea Selatan hingga saat ini.

Baca: Jepang Akan Umumkan Darurat Nasional Atasi Covid-19, Bagaimana Gambaran Penerapannya?

Baca: Iran Tolak Tawaran Bantuan AS untuk Atasi Pandemi Virus Corona

Dalam webinar yang diadakan oleh School of Government and Public Policy - Indonesia pada hari ini (6/4/2020); Kim menjelaskan bagaimana pemerintah Korea Selatan bisa mencegah terjadinya penimbunan masker dan panic buying.

Dia bercerita bahwa pada awalnya, Korea Selatan juga mengalami kelangkaan masker. "Permintaan masker meroket, bahkan melebihi kemampuan produksi Korea Selatan," kata Kim.

Baca: APD Langka, Tenaga Medis di Sukoharjo Pakai Jas Hujan Tangani Virus Corona

Hal itu membuat pemerintah Korea Selatan segera melakukan intervensi dengan menerapkan sistem penjatahan, di samping pengaturan harga.

Sistem ini diterapkan di semua farmasi dan toko yang menjual masker di seluruh Korea Selatan.

Setiap orang hanya diperbolehkan membeli dua masker per minggu pada hari tertentu.

Penentuan hari dilakukan dengan membagi masyarakat menjadi lima grup tergantung tahun lahirnya. Masing-masing grup hanya diberi satu hari dalam seminggu untuk membeli masker.

Baca: Mudik ke Pontianak, Vokalis Band Lyla Berstatus ODP

Lewat kebijakan ini, pemerintah Korea Selatan dapat memastikan agar semua orang bisa membeli masker dengan harga yang masih masuk akal.

Masyarakat yang membutuhkan masker pun bisa merasa sedikit lebih lega karena masker akan selalu tersedia bagi mereka.

"Itulah mengapa Korea Selatan tidak mengalami panic buying. Di mall-mall, juga masih banyak masker di rak-rak," kata Kim.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Wabah Corona, Ini Cara Korea Selatan Cegah Penimbunan Masker

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas