Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tidak Ada Laporan Kematian Akibat Covid-19 di China Untuk Pertama Kalinya Sejak Januari

Dilaporkan ada 32 kasus baru pada Senin (6/4), turun sebanyak 39 kasus dibanding satu hari sebelumnya.

Tidak Ada Laporan Kematian Akibat Covid-19 di China Untuk Pertama Kalinya Sejak Januari
STR/AFP
Foto diambil pada Rabu, 23 Maret 2020 menunjukkan penduduk bersorak saat anggota tim bantuan medis dari Chongqing berangkat untuk pulang setelah membantu upaya pemulihan virus corona atau COVID-19 di daerah Yunmeng, di kota Xiaogan di Provinsi Hubei, China Tengah. China pada 24 Maret 2020 mengumumkan bahwa lockdown terhadap lebih dari 50 juta orang di Provinsi Hubei akan dicabut. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan untuk pertama kalinya sejak Januari, tidak ada laporan kematian akibat virus corona atau Covid-19 di China, Selasa (7/4/2020).

Kasus di China daratan telah menurun sejak Maret, namun negara tersebut menghadapi serangkaian kasus baru yang datang dari luar China

Dilaporkan ada 32 kasus baru pada Senin (6/4), turun sebanyak 39 kasus dibanding satu hari sebelumnya. 

Otoritas kesehatan mengatakan semua kasus yang dilaporkan Senin (6/4) melibatkan turis yang datang dari luar China dan membuat jumlah kasus import menjadi 983 kasus. 

Baca: Presiden Salurkan Bansos Khusus Untuk Warga Jabodetabek dengan Nilai 600 Ribu 

Dalam kasus itu didapati pula 30 kasus infeksi tanpa gejala. Diketahui seperempat kasus infeksi tanpa gejala berasal dari luar China

Adapun total jumlah kasus terkonfirmasi di China daratan mencapai 81.740 kasus dan 3.331 kematian pada Senin (6/4). 

Pekan lalu, China mulai mengungkap jumlah kasus tanpa gejala untuk pertama kalinya.

Hal ini dilakukan setelah timbulnya kekhawatiran di masyarakat setempat akan potensi meningkatnya para pembawa virus Covid-19 tanpa gejala dan menularkannya. 

Baca: Dampak Pandemi Corona, Hampir 500 Ribu Perusahaan di China Gulung Tikar

Ketakutan juga timbul akan potensi kembali bangkitnya wabah di Wuhan, tempat virus pertama kali terdeteksi. 

Setelah sejumlah kasus tanpa gejala terkonfirmasi di pusat kota China, otoritas setempat mencabut status 'bebas epidemi' di 45 kompleks hunian pada Senin (6/4).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas