Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 1,5 Juta, WHO Justru Bersitegang dengan Taiwan

Kasus Covid-19 global sudah menembus angka 1,5 juta setelah Amerika Serikat dan Inggris mencatat lonjakan kasus yang tinggi.

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 1,5 Juta, WHO Justru Bersitegang dengan Taiwan
AFP/FABRICE COFFRINI
Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) 

"Serangan ini datang dari Taiwan," kata Tedros.

"Taiwan, menteri luar negerinya mereka tahu hal itu dan mereka tidak memisahkan diri mereka sendiri."

"Mereka mulai mengritik saya di tengah semua penghinaan ini."

Sementara itu Kamis-nya, kementerian luar negeri Taiwan dituntut untuk klarifikasi dan meminta maaf karena dianggap menuduh tanpa dasar.

Pihaknya mengaku pemerintah tidak mendorong serangan personal pada Tedros.

"23 juta penduduk Taiwan juga mengalami diskriminasi serius dari sistem kesehatan global," kata kementerian itu.

"Kami bisa menghubungkannya (dengan Tedros) dan kami mengutuk semua diskriminasi dan ketidakadilan," sambungnya.

Sejatinya perseteruan ini terjadi karena Taiwan sering tidak dilibatkan dalam kegiatan WHO dan China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya.

Taiwan sebenarnya terbilang berhasil menangani wabah ini sendiri, namun pemerintah mengaku tidak pernah dilibatkan dalam koordinasi secara global.

Anggapan ini makin santer setelah tersebar video wawancara WHO dengan seorang wartawan Hong Kong.

Saat ditanya terkait Taiwan, penasihat senior WHO itu terlihat menutup video call-nya dan enggan menjawab.

Diberitakan sebelumnya, WHO dan Tedros dikritik karena dianggap terlalu condong ke China dan diduga menutupi jumlah korban pandemi sebenarnya di minggu-minggu awal.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas