Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kondisi Boris Johnson Mulai Membaik, Anggota Parlemen akan Perpanjang Lockdown Inggris

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, sudah mulai membaik setelah beberapa waktu lalu dinyatakan positif Covid-19.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Kondisi Boris Johnson Mulai Membaik, Anggota Parlemen akan Perpanjang Lockdown Inggris
Tolga AKMEN / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meninggalkan Downing Street nomor 10 di London pusat pada 18 Maret 2020, dalam perjalanan ke House of Commons untuk menghadiri Pertanyaan Perdana Menteri (PMQ) Parlemen Inggris. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, sudah menghabiskan malam ketiga di dalam bangsal perawatan intensif (ICU) karena gejala Covid-19 persisten.

Seorang anggota parlemen Inggris, Menteri Kebudayaan Oliver Dowden, mengatakan Johnson saat ini dalam kondisi baik, pada Kamis (9/4/2020) ini.

Dia sudah stabil, membaik, bisa duduk dan bercengkrama dengan staf medis.

"Saya pikir segalanya menjadi lebih baik baginya," jelas Dowden, mengutip dari CNBC

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke ICU di Rumah Sakit St Thomas di London pada jam Senin (6/4/2020) pukul 19.00 waktu setempat.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke ICU di Rumah Sakit St Thomas di London pada jam Senin (6/4/2020) pukul 19.00 waktu setempat. (Kolase Tribunnews-Daily Mail/Boris Johnson)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Rishi Sunak mengatakan perdana menteri dirawat secara baik.

Diberitakan sebelumnya, Johnson dilarikan ke Rumah Sakit St. Thomas di London.

Di tengah kabar baik dari perdana menteri, anggota parlemen kini sedang menyusun rencana untuk memperpanjang status lockdown di Inggris.

Rekomendasi Untuk Anda

Ini dilakukan semata-mata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di sana.

Mengutip Bloomberg, data nasional terbaru mencatatkan angka tambahan yang suram.

Inggris memecahkan rekor jumlah korban jiwa terbanyak dalam 24 jam yakni 938 orang per Selasa lalu.

Sehingga totalnya sudah mencapai 7.097.

Kini pemerintahan secara de facto dialihkan ke Menteri Luar Negeri, Dominic Raab.

Senin (6/4/2020) malam, waktu setempat, mereka melakukan gerakan 'Clap for Carers' dimana orang-orang berhenti dari kegiatan mereka sejenak untuk para pekerja di bidang kesehatan
Senin (6/4/2020) malam, waktu setempat, mereka melakukan gerakan 'Clap for Carers' dimana orang-orang berhenti dari kegiatan mereka sejenak untuk para pekerja di bidang kesehatan (Dok. Kedutaan Besar Inggris di Jakarta)

Raab dihadapkan dalam pilihan yang berat terkait mencabut atau memperpanjang kuncian ini.

Sangat mungkin pembatasan akan dipertahankan selama berminggu-minggu lebih lama.

Seorang sumber mengatakan, kemungkinan ini bisa terjadi ketika kebijakan lockdown itu ditinjau lagi dan para menteri ini menunggu kapan puncak pandemi terjadi.

Belum ada cukup bukti yang kuat untuk melonggarkan penguncian.

Menurut beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, meski diskusi terus berlangsung tapi belum ada keputusan resmi yang akan diambil.

"Kami baru mulai melihat strategi ini bekerja," kata Sekretaris Kebudayaan, Oliver Dowden, Kamis ini.

"Hal itu meliputi upaya tinggal di rumah, tapi kami mengatakan akan mereviewnya dalam tiga minggu ke depan dan itulah yang kami lakukan," jelasnya.

Kamis ini, Raab memimpin pertemuan para menteri dan pejabat tinggi untuk memutuskan kondisi penguncian di Inggris.

Ahli Prediksi Puncak Wabah Covid-19 di Inggris

Para ilmuwan Inggris memperkirakan puncak wabah akan terjadi selama minggu depan, di mana saat itu kemungkinan Johnson masih belum pulih.

Pemerintah tengah berjuang di tengah kritik atas penanganan krisis, kurangnya APD, dan tingkat pengujian yang tertinggal dari negara lainnya.

Sementara Spanyol dan Italia dikabarkan mulai mencapai puncak pandemi, Inggris justru bergerak menuju fase kritis karena korban jiwa makin banyak.

Rabu lalu, Wakil Kepala Penasihat Ilmiah, Angela McLean, mengatakan jumlah kematian masih berada di dalam kendali.

"Tingkat kenaikan ini jelas semakin lambat," kata McLean.

"Sepertinya kita mulai sampai ke kurva datar pada rawat inap," katanya.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas