Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Biaya Inisiatif Ekonomi Darurat Tangani Tenaga Kerja Asing, Jepang Alokasikan 370 Juta Yen

Pemerintah Jepang mengalokasikan dan sekitar 370 juta yen sebagai biaya inisiatif sesuai dengan anggaran tambahan untuk tindakan ekonomi darurat.

Biaya Inisiatif Ekonomi Darurat Tangani Tenaga Kerja Asing, Jepang Alokasikan 370 Juta Yen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Para pemagang Indonesia baru datang di Bandara Internasional Haneda Tokyo belum lama ini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang mengalokasikan dan sekitar 370 juta yen sebagai biaya inisiatif sesuai dengan anggaran tambahan untuk tindakan ekonomi darurat khususnya bagi penanganan tenaga kerja asing yang ada di Jepang.

"Saat ini sudah ada sedikitnya 40 konsultasi dari tenaga kerja asing ke kantor tenaga kerja Jepang di Tokyo akibat dampak penyebaran virus Covid-19," ungkap sumber Tribunnews.com di Kementerian Tenaga Kerja Jepang, Jumat (10/4/2020).

Hal tersebut juga dibenarkan seorang konsultan tenaga kerja Jepang, Okada pagi ini yang dihubungi lewat telepon.

Baca: PSBB Jakarta Mulai Berlaku Hari Ini, Rumah Makan dan Warung Tetap Boleh Buka dengan Syarat

"Keadaan yang tidak jelas saat ini, kapan masa corona berakhir, juga berdampak banyak tenaga kerja asing di-PHK dan masalah-masalah kecil bermunculan di Jepang. Sebaiknya ke kementerian tenaga kerja dulu curhat ke mereka, konsultasi apa yang bisa dilakukan lebih lanjut," kata dia kepada Tribunnews.com, Jumat (10/4/2020).

Sebagai dampak dari virus corona pada pelebaran pekerjaan, Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang akan menempatkan konsultan di Hello Work untuk pekerja asing dan majikan mereka sehingga pekerja asing tidak akan diperlakukan dengan buruk.

Gedung Starbucks terbesar di Jepang 5 lantai yang ada di Naka Meguro Tokyo
Gedung Starbucks terbesar di Jepang 5 lantai yang ada di Naka Meguro Tokyo (Richard Susilo)

Terlepas dari kebangsaan pekerja, jika perusahaan mengambil cuti untuk kenyamanan perusahaan, perusahaan harus membayar cuti dan dapat menggunakan subsidi, tetapi pekerja asing tidak dapat dibenarkan jika informasi yang diterima tidak mencukupi.

Untuk mencegah segala kesalahpahaman terhadap hal ini, Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang telah memutuskan untuk mengalokasikan total 40 konsultan yang akan menerima konsultasi dari pekerja asing dan majikan mereka, terutama di Hello Work di daerah-daerah dengan banyak pekerja asing.

Baca: Karaokean dengan Kader PDIP, Wahyu Setiawan Habiskan Rp 40 Juta Sebelum Dicokok KPK

Selain bahasa Jepang yang sederhana, informasi terbaru tentang ketenagakerjaan akan tersedia dalam 14 bahasa termasuk Indonesia, Inggris, Cina, dan Vietnam melalui internet.

Buku panduan kondisi kerja dari kementerian tenaga kerja Jepang dapat di akses ke:
http://jepang.com/kerjadijepang/panduan.pdf

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas