Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Amerika yang Meninggal Akibat Corona Terus Bertambah

Menurut statistik Universitas Johns Hopkins, ada sekitar 519.400 kasus COVID-19 dan 20.071 hingga Sabtu (11/4) siang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Warga Amerika yang Meninggal Akibat Corona Terus Bertambah
The New York Times/Dave Sanders
Beberapa rumah duka yang kewalahan untuk mengumpulkan jenazah korban virus corona, dan memaksa rumah sakit seperti Rumah Sakit Brooklyn untuk menyimpannya di trailer berpendingin. 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Amerika Serikat, Sabtu (11/4/2020) waktu setempat, menjadi negara yang mengalami kematian terbanyak akibat virus corona, menjadikannya sebagai pusat pandemi global.

Menurut statistik Universitas Johns Hopkins, ada sekitar 519.400 kasus COVID-19 dan 20.071 hingga Sabtu (11/4/2020) siang.

Angka itu memperlihatkan AS kini memiliki jumlah kasus positif dan kematian terbanyak dibanding negara lain, mengalahkan jumlah kematian Italia untuk pertama kalinya.

Data dari John Hopkins menunjukkan hingga Sabtu (11/4) ada ada 19.468 kematian di Italia.

Baca: Kemenhub Izinkan Ojol Angkut Penumpang Saat PSBB di Jakarta, Apa Kata Polisi

AS juga menjadi negara pertama di dunia yang melaporkan lebih dari 2.000 kematian akibat COVID-19 dalam sehari.

AS melaporkan 2.108 kematian baru Jumat (10/4), jumlah kematian terbanyak dalam sehari sejak wabah itu dimulai di China pada akhir Desember.

New York adalah negara bagian yang paling terkena dampaknya di AS. Gubernur Andrew Cuomo pada Sabtu (11/4) melaporkan ada 783 kematian baru pada Jumat (10/4), sehingga total kematian di negara bagian itu mencapai lebih dari 8.600 orang. 

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: VOA
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas