Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perpanjang Lockdown Hingga 3 Mei, PM Modi: Kehidupan Rakyat India Jauh Lebih Berharga

Berdasarkan angka resmi dari Otoritas Kesehatan India, terdapat lebih dari 10.000 kasus dan 339 orang meninggal akibat pandemi ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Perpanjang Lockdown Hingga 3 Mei, PM Modi: Kehidupan Rakyat India Jauh Lebih Berharga
mothership.sg
Hukuman menulis penyesalan bagi turis yang melanggar lockdown di India 

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI -- Perdana Menteri India, Narendra Modi memperpanjang masa lockdown hingga 3 Mei mendatang.

Saat ini dijadwalkan masa lockdown pertama di negara berpenduduk 1,3 miiar iu akan berakhir pada tengah malam nanti, Selasa (14/4/2020).

"Dari sisi ekonomi, kami telah mengalmi kerugian besar," kata Modi.

"Tetapi kehidupan rakyat India jauh lebih berharga," tegas Modi.

Berdasarkan angka resmi dari Otoritas Kesehatan India, terdapat lebih dari 10.000 kasus dan 339 orang meninggal akibat pandemi ini.

Baca: Sempat Disebut Efektif Obati Corona, Uji Coba Klorokuin Dihentikan, Hasilkan Kelainan Ritme Jantung

Tetapi ada kekhawatiran di beberapa kota yang paling ramai di planet ini, jumlah kasus bisa meroket dan membanjiri Rumah Sakit.

Beberapa ahli juga mengatakan, India tidak melakukan tes yang cukup dan jumlah sebenarnya infeksi jauh lebih tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi pada saat yang sama, saat lockdown diberlakukan 25 Maret lalu, terjadi pembatasan aktivitas yang ketat. Hal itu telah memukul perekonomian dan penduduk miskin di India.

Baca: Hari Kelima PSBB di Jakarta, Jumlah Pengendara yang Langgar Aturan Menurun

Jutaan buruh upah harian mendadak kehilangan pekerjaan mereka, memaksa ratusan ribu untuk melakukan perjalanan ratusan kilometer (mil) kembali ke kampung halaman mereka.

Beberapa meninggal di jalan, sementara yang lain dijauhi oleh penduduk setempat ketika mereka kembali ke desa.

Stigma virus menunjuk kepada sekelompok migran.

Penduduk lain telah terdampar di kota yang sempit, kondisi tidak sehat di mana virus dapat menyebar dengan cepat.

Memang New Delhi menyediakan ratusan ribu makanan gratis.

Namun petani mengeluh kurangnya pekerja untuk panen tanaman dan ribuan truk tidak diperbolehkan beroperasi karena lockdown, yang telah menghambat transportasi makanan.

Pertanian, masih menjadi sumber utama dari ekonomi India.

Apalagi kini tengah menanti waktu masa panen yang paling penting tahun ini, menghasilkan uang untuk membiayai banyak desa selama berbulan-bulan.(Aljazeera)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas