Dukung Trump, Partai Republik AS Serukan Dirjen WHO Mundur
Trump akan memberikan kembali dana ke WHO, jika Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengundurkan diri dari jabatannya.
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat dukungan dari para politikus Partai Republik atas sikap dan protes kerasnya terhadap organisasi kesehatan dunia (WHO).
Pada Kamis (16/4/2020), para politikus partai Republik itu menyarankan Trump untuk menahan bantuan untuk WHO.
Bahkan mereka menyarankan agar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengundurkan diri, sembari dilakukan penyelidikan soal penanganan virus corona di dunia.
Reuters melaporkan, tujuh belas politikus Partai Republik, yang juga anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, menulis surat kepada Trump mendukung keputusan menghentikan pendanaan untuk WHO.
Dalam surat itu disebutkan, Trump akan memberikan kembali dana ke WHO, jika Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengundurkan diri dari jabatannya.
Baca: Pasien Positif Covid-19 di Sumbar 62 Orang, Paling Banyak dari Kota Padang
Mereka menilai, WHO perlu reorganisasi tetapi itu harus menunggu sampai krisis pandemi ini, yang telah menewaskan lebih dari 138.000 orang di seluruh dunia dan membuat ekonomi hancur itu teratasi.
Dalam Suratnya, para politikus Partai Republik itu mengatakan telah kehilangan kepercayaan kepada Tedros dan menyalahkan WHO dan Partai Komunis China atas terjadinya krisis kesehatan global saat ini.
Meskipun demikian, mereka memuji peran vital WHO bermain di seluruh dunia.
"Namun, sangat penting, kita bertindak cepat untuk memastikan ketidakberpihakan, transparansi, dan legitimasi dari lembaga yang berharga ini," demikian bunyi surat yang dikirimkan belasan politikus Partai Republik, yang dipimpin oleh anggota DPR wakil Mike McCaul.
Baca: Ganjar Berikan Bantuan Kepada Warga Jateng yang Tidak Mudik dan Bertahan di Jakarta, Ini Syaratnya
Secara terpisah, ada Kamis (16/4/2020), delapan anggota Senat dari Partai Republik juga menulis surat kepada Trump.
Anggota Senat meminta Trump bekerja sama dengan negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan dan negara Eropa untuk menyelidiki asal-usul Covid-19, dan pengambilan keputusan WHO.
Surat delapan Senator yang dipimpin Senator Marco Rubio, tidak secara spesifik memberi rekomendasi khusus, seperti pemecatan Tedros.
Reaksi Dunia
Bangsa di seluruh dunia bereaksi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penghentian pendanaan yang cukup besar AS ke organisasi kesehatan dunia (WHO).
Trump mengatakan, ia memerintahkan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan untuk WHO.
AS adalah pendonor tunggal terbesar berkontribusinya antara 400 juta dolar AS hingga 500 juta dolar AS per tahun untuk lembaga yang berbasis di Jenewa dalam beberapa tahun terakhir.
Menanggapi keputusan itu, Uni Eropa pada Rabu (15/4/2020) menegaskan, Trump "tidak punya alasan" untuk membekukan dana untuk WHO pada saat kritis seperti ini.
Bahkan menurut Uni Eropa, sekarang dibutuhkan kesatuan bukan perpecahan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan 27 Negara Uni Eropa sangat menyesali penghentian pendanaan itu.
Menurut dia, badan kesehatan PBB itu sekarang "memerlukan lebih dari sebelumnya" untuk memerangi pandemi.
"Hanya dengan menggabungkan kekuatan, kita dapat mengatasi krisis ini, yang tidak mengenal batas," tegas Borrell.
Meskipun dalam satu sekutu tradisional selama beberapa dekade, Uni Eropa semakin kritis terhadap kebijakan Trump selama beberapa tahun terakhir.
Di seluruh dunia, pandemi telah menginfeksi 2 juta lebih orang dan membunuh lebih dari 127.000 orang, menurut penghitungan Johns Hopkins University.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan ia bersimpati dengan beberapa kritik Trump terhadap WHO dan Cina.
Tetapi Australia menegaskan sikapnya akan terus mendanai badan kesehatan PBB.
"Kami bekerja sama dengan mereka... Tapi mereka (WHO-red) tidak kebal terhadap kritik," ujar Morrison.
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, menyerukan persatuan dan kerjasama setiap negara dalam memerangi Covid-19.
"Virus tidak mengenal batas. Kita harus bekerja sama melawan Covid-19. Penguatan PBB, khususnya pendanan yang kurang WHO, adalah investasi yang lebih baik, misalnya, untuk mengembangkan dan mendistribusikan tes dan vaksin. "
Trump Hentikan Pendanaan Amerika untuk WHO
Trump mengumumkan penghentian pendanaan AS untuk organisasi kesehatan dunia (WHO). Demikian Trump umumkan, Selasa (14/4/2020) waktu setempat.
Karena menurut Trump, WHO telah menutupi keseriusan wabah virus corona (Covid-19) di China sebelum menyebar ke seluruh dunia.
Dalam konferensi pers, Trump mengatakan ia memerintahkan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan ketika "peninjauan dilakukan untuk menilai peran siapa yang sangat keliru dan menutupi penyebaran virus corona."
AS adalah pendonor terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa. AS menyumbang lebih dari 400 juta dolar AS pada 2019, sekitar 15 persen dari anggarannya.
Baca: Anies Diminta Tutup Kantor yang Masih Beroperasi Saat PSBB
Menurut Trump, WHO tidak transparan terkait wabah.
"AS sekarang membahas apa yang akan kita lakukan dengan semua dana yang masuk ke WHO. "
"Dengan pecahnya pandemi Covid-19, kita memiliki keprihatinan mendalam apakah kemurahan hati Amerika telah dimanfaatkan sebaik mungkin."
Serangan Trump terhadap WHO karena melihat organisasi PBB itu bias terhadap China dan berkolusi untuk mencegah persaingan ekonomi utama As dari keharusan untuk bersikap terbuka tentang bencana kesehatan yang berlangsung.
"Apakah WHO melakukan tugasnya untuk objektif menilai situasi di lapangan dan untuk mengungkap kurangnya transparansi China, mungkin wabah ini bisa saja dikendalikan pada sumbernya dengan kematian yang sangat sedikit, " katanya.
"Ini akan menyelamatkan ribuan nyawa dan menghindari kerusakan ekonomi di seluruh dunia. Sebaliknya, WHO rela mengambil langkah bias China... dan membela tindakan pemerintah China, " tegasnya.(AP/Channel News Asia/Reuters/AFP)
Baca tanpa iklan