Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Ribut Virus Corona Berasal dari Laboratorium China, Pakar Top AS Ini Sangkal Teori Itu

Pakar penyakit menular di Amerika Serikat, Anthony Fauci Jumat lalu secara tegas menyangkal teori bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium China.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in AS Ribut Virus Corona Berasal dari Laboratorium China, Pakar Top AS Ini Sangkal Teori Itu
Wikimedia Commons
Donald Trump dan Xie Jinping sepakat bekerja sama perangi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pakar penyakit menular di Amerika Serikat, Anthony Fauci Jumat lalu secara tegas menyangkal teori bahwa Covid-19 adalah bahan penelitian yang lolos dari laboratorium China.

"Sekelompok ahli virologi evolusi yang berkualifikasi tinggi melihat urutan kelelawar saat mereka berevolusi," kata Fauci.

Mutasi yang diperlukan untuk sampai ke titik di mana ia sekarang benar-benar konsisten dengan lompatan spesies dari hewan ke manusia," sambungnya saat konferensi pers harian Gedung Putih.

Dia menjawab pertanyaan salah satu reporter terkait teori yang akhir-akhir ini sedang banyak diperbicangkan.

Mengutip Insider, kemunculan teori ini didorong oleh para pendukung Presiden AS, Donald Trump. 

Baca: Forbes: Kekayaan 200 Pengusaha Terkaya Rusia Berkurang 40 Miliar Dolar AS

Baca: Kekayaan 200 Miliarder Rusia Terjun Bebas, Tergerus Puluhan Miliar Dolar AS oleh Corona

Sejatinya asal usul novel corona atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan sakit Covid-19 ini masih menjadi misteri.

Tapi Fauci menekankan bahwa studi genom virus telah sangat menunjukkan bahwa itu ditularkan dari hewan ke manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami tidak percaya bahwa segala jenis skenario berbasis laboratorium masuk akal," bunyi pernyataan dari sebuah analisis yang diterbitkan dalam Nature Medicine pada pertengahan Maret lalu.

Foto Presiden Donald Trump Kembali ke Gedung Putih Langsung Menjadi Bahan Meme
Foto Presiden Donald Trump Kembali ke Gedung Putih Langsung Menjadi Bahan Meme (Twitter White House Photos @photowhitehouse)

Penelitian yang dipimpin oleh ahli biologi komputasi, Kristian Andersen dari Scripps Research Institute di California, membandingkan Covid-19 dengan enam virus corona lain yang diketahui menginfeksi manusia.

Analisis secara eksplisit menyatakan bahwa bukti menunjukkan SARS-CoV-2 bukan virus yang dimanipulasi dengan sengaja.

Akan tetapi karena penelitian asal muasal virus ini masih berlanjut, membuat Trump masih percaya kemungkinan teori itu.

Begitu juga dengan para pendukung Trump yang turut membahasnya.

"Semakin banyak, kita mendengar cerita itu, dan kita akan lihat," kata Trump pada Kamis lalu.

Saat ditanya terkait keyakinannya akan konspirasi teori bahwa SARS-CoV-2 bermula dari labaoratorium Wuhan, Trump mengatakan akan terus menginvestigasinya.

"Kami sedang melihatnya. Banyak orang yang melihatnya. Sepertinya masuk akal. Kita akan mencari tahu," ujar Trump.

"Banyak hal aneh terjadi. Kita akan mencari tahu," tambahnya.

Namun berdasarkan laporan Politicio, komunitas intelijen AS telah mempelajari teori itu selama berbulan-bulan.

Tetapi mereka belum menemukan bukti kuat untuk mendukung kebenaran teori tersebut.

Media TV AS Gencar Beritakan Teori Itu

Jaringan TV pilihan presiden, Fox News beberapa minggu ini gencar memberitakan teori virus corona berasal dari laboratorium itu.

"Sumber percaya wabah Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan sebagai bagian dari upaya China untuk bersaing dengan AS," bunyi sebuah laporan yang terbit pada Rabu dan dibawakan pembawa acaranya, Bret Baier.

Sejalan dengan ini, penasihat Trump dan sekutu lainnya telah berkali-kali menyudutkan China sejak beberapa hari terakhir.

Mereka mengecam pemerintah China karena kurangnya transparansi dalam kaitannya dengan virus corona.

Mike Pompeo
Mike Pompeo (net)

Senator Tom Cotton dari Arkansas pada Rabu mengatakan kepada Sean Hannity dari Fox News bahwa China 'harus dibuat untuk membayar harga' jika benar virus itu keluar dari laboratorium Wuhan.

Demikian pula, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo di hari yang sama mengecam China di acara Fox News.

"Kami benar-benar membutuhkan Pemerintah China untuk membuka."

"Mereka mengatakan mereka ingin bekerja sama," kata Pompeo.

Salah satu cara terbaik yang dapat mereka temukan untuk bekerja sama adalah membiarkan dunia masuk, untuk biarkan para ilmuwan dunia tahu persis bagaimana ini terjadi, persis bagaimana virus ini mulai menyebar," sambungnya.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas