Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Sempat Direvisi, Trump Sebut Angka Kematian China Jauh Lebih Tinggi

Selain itu, otoritas setempat juga menambahkan 325 kasus positif, sehingga jumlah kasus positif sebanyak 50.333 kasus.

Sempat Direvisi, Trump Sebut Angka Kematian China Jauh Lebih Tinggi
Wikimedia Commons
Donald Trump dan Xie Jinping sepakat bekerja sama perangi virus corona 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump buka suara atas revisi data kematian akibat virus corona atau Covid-19 yang dilakukan pemerintah China.

Seperti dikutip dari AFP Sabtu (18/4/2020) Trump mengatakan, angka kematian di China jauh lebih tinggi daripada yang dipublikasikan.

"China baru saja mengumumkan dua kali lipat jumlah kasus kematian akibat musuh yang tak terlihat virus corona. Jumlah itu jauh lebih tinggi lagi daripada jumlah Amerika Serikat, bahkan tidak mendekati," kata Trump.

Diketahui, pada Jumat kemarin, otoritas Wuhan mengumumkan telah menambahkan data kematian sebanyak 1.290 kasus kematian ke data resmi mereka. Kini total kematian di Wuhan mencapai 3.869 kasus.

Baca: Adiknya Tangani Pasien Terduga OTG, Vicky Shu Beri Semangat

Selain itu, otoritas setempat juga menambahkan 325 kasus positif, sehingga jumlah kasus positif sebanyak 50.333 kasus.

Otoritas Wuhan mengakui, telah terjadi kesalahan dalam penghitungan jumlah kematian dan kasus baru terinfeksi virus corona.

Sebelumnya, China menepis tudingan telah menutup-nutupi kasus.

China menegaskan, laporan yang mereka buat adalah akurat dan transparan.

"Bagaimana kita tahu jika (laporan) itu akurat? Angka mereka kelihatan tidak jelas di satu sisi," ujar Trump dalam konferensi persnya beberapa waktu lalu.

Trump melanjutkan, meski meragukan data virus corona China, dia bersikeras hubungannya dengan Beijing maupun Presiden Xi Jinping tetaplah baik.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas