Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Diplomat Bangladesh di Arab Saudi Positif Mengidap Covid-19

Diplomat dari Bangladesh di Arab Saudi telah dites positif untuk virus corona, Sabtu (18/4/2020).

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Diplomat Bangladesh di Arab Saudi Positif Mengidap Covid-19
Freepik
Ilustrasi Virus Corona - Diplomat Bangladesh di Arab Saudi Positif Mengidap Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM - Diplomat dari Bangladesh di Arab Saudi telah dites positif untuk virus corona, Sabtu (18/4/2020).

Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, diplomat tersebut merupakan penasihat tenaga kerja dari misi Bangladesh  di Jeddah.

Kepada Anadolu Agency, petugas di Kementerian Luar Negeri, Md Tohidul Islam angkat bicara.

Tohidul mengatakan, ini merupakan kasus Covid-19 pertama pada misi Bangladesh di luar negeri.

Baca: Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi Ditiadakan

Baca: Bangladesh Lakukan Lockdown di Kamp Pengungsi Rohingya demi Tekan Penyebaran Covid-19

ilustrasi virus corona - Diplomat Bangladesh di Arab Saudi Positif Mengidap Covid-19
ilustrasi virus corona - Diplomat Bangladesh di Arab Saudi Positif Mengidap Covid-19 (Freepik)

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri AK Abdul Momen mendesak semua staf di misi Bangladesh di luar negeri untuk melaksanakan tugas dengan sangat hati-hati.

"Saya meminta semua staf dan pejabat yang bekerja di misi asing Bangladesh secara ketat mengikuti pedoman kesehatan terkait Covid-19, " kata Momen.

Pernyataan tersebut menyebut, pakan lalu, para pejabat yang terinfeksi sempat mengunjungi Madinah,.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka ke Madinah dengan pejabat pemerintah Arab Saudi untuk menyakinkan 4.000 orang Bangladesh melakukan tes virus corona.

Baca: Delapan Warga Bangladesh di Belinyu Bangka Dikarantika karena Mengalami Demam Tinggi

Baca: 30.000 Orang Hadiri Doa Massal Bangladesh Picu Peringatan Terkait Virus Corona

Empat Juta Pekerja Bangladesh Bekerja di Lokasi Konstruksi

Saat ini, hampir empat juta pekerja Bangladesh telah terlibat dalam berbagai proyek.

Terutama di lokasi konstruksi negara-negara di kawasan sekitar Arab, termasuk Kuwait, Qatar, Bahrain, dan UEA.

Dalam beberapa kasus, para pekerja, terutama mereka yang tidak memiliki dokumen, tampaknya mencoba menghindari tes virus corona.

Berdasar data dari worldmeters, di Bangladesh sendiri mencatat 2.456 kasus infeksi virus corona.

Kematian tercatat 91 orang dan 75 pasien dinyatakan sembuh.

(Tribunnnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas