Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembukaan Ekonomi di AS Berisiko, Kasus Corona Bisa Kembali Naik

Rencana pembukaan sebagian aktifitas ekonomi di Alaska, Georgia, South Carolina, Tennessee, Texas, dan lainnya menjadi sentimen positif

Pembukaan Ekonomi di AS Berisiko, Kasus Corona Bisa Kembali Naik
CCO
Dollar AS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, rencana pembukaan dan pelonggaran lockdown di sebagian Nngara bagian Amerika Serikat (AS) menjadi berita positif pasar pekan ini.

Setidaknya 16 negara bagian AS berencana memulai kembali aktivitas bisnis. Rencana pembukaan sebagian aktifitas ekonomi di Alaska, Georgia, South Carolina, Tennessee, Texas, dan lainnya menjadi sentimen positif di pasar.

"Mulai diizinkannya restoran dan perusahaan lain untuk melayani pelanggan," ujarnya di Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Baca: Dinilai Menyalahi Aturan Izin Tinggal, Bule Rusia Ngamen di Mataram Harus Terima Nasib Dideportasi

Baca: Amankan Akun Tokopedia dari Hacker, Cara Ganti Password, Aktifkan 2FA & Hapus Akun Pembayaran

Baca: Demi Mudik, Pasutri Ini Sembunyikan Mobil di Bak Truk agar Bisa Menyeberang ke Lampung

Namun, risiko terbesar adalah pembukaan kembali ekonomi AS yang prematur menyebabkan terjadi peningkatan kasus corona atau Covid-19 dan terpaksa ekonomi di lockdown kembali.

"Faktor ini akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa pekan kedepan apakah pembukaan ekonomi akan menyebakan kenaikan kasus," kata Hans.

Menurutnya, bisnis tertentu diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari gelombang pertama konsumen yang kembali dari karantina virus corona.

Gubernur Ohio Mike DeWine mengatakan ritel dan layanan konsumen dapat dibuka kembali pada 12 Mei. Gubernur New York, Andrew Cuomo berencana untuk membuka kembali perekonomiannya secara bertahap.

Pada fase pertama dimulai dengan sektor konstruksi dan manufaktur. Pada fase kedua bisnis perlu merancang rencana untuk pembukaan kembali yang mencakup praktik social distancing dan memiliki peralatan pelindung pribadi.

Sementara, Hans menyampaikan, data ekonomi yang suram menjadi pemberat pasar pada pekan ini. Rilis data PDB kuartal I AS mengalami kontraksi sebesar 4,8 persen dari sebelumnya pada kuartal IV 2019 tumbuh 2,1 persen.

Data Departemen Tenaga Kerja AS ada 3,84 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu, sehingga total enam minggu menjadi lebih dari 30 juta telah mengajukan tunjangan pengguran.

"Data belanja konsumen AS juga turun 7,5 persen dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy) pada Maret," pungkas Hans.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas