Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

UPDATE: Kasus Kematian sudah Lewati Seperempat Juta di Dunia

Secara global, ada 3.914 kasus kematian baru dan 75.646 kasus baru selama 24 Jam terakhir,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in UPDATE: Kasus Kematian sudah Lewati Seperempat Juta di Dunia
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah petugas memakamkan jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menggunakan alat berat di TPU Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Dari data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya per Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB, pasien positif terpapar Covid-19 sebanyak 246 orang dengan korban meninggal sebanyak 24 orang dan pasien sembuh sebanyak 43 orang. 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Jumlah kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di dunia naik melewati seperempat juta pada Selasa (5/5/2020).

Berdasarkan data Worldometers, Selasa (5/5/2020) pukul 12.45 WIB, sebanyak 252.425 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember tahun lalu.

Tercatat 3.646.304 orang sudah terifeksi virus corona di dunia hingga hari ini.

Sementara 1.200.284 pasien virus corona sudah sembuh di dunia.

Melansir Reuters, Senin (4/5/2020), Amerika Utara dan negara Eropa menyumbang sebagian besar kasus kematian baru dan kasus yang dilaporkan dalam beberapa hari ini.

Baca: Meski Banyak yang Optimis, Prediski Covid-19 Berakhir Juli Bisa Gagal Hanya karena Ini

Secara global, ada 3.914 kasus kematian baru dan 75.646 kasus baru selama 24 Jam terakhir,

Sebagai pembanding, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 3-5 juta kasus influenza musiman setiap tahunnya terjadi di dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Tercatat paling mematikan dalam sejarah adalah wabah flu Spanyol, yang dimulai pada 1918 dan terinfeksi diperkirakan 500 juta orang.

Namun, para ahli mengatakan aktualnya kasus virus corona mungkin lebih tinggi dari laporan saat ini.

Sementara angka kematian akibat Covid-19 mencapai 245.992.

Kasus kematian pertama kali dilaporkan pada 10 Januari lalu, di Wuhan, China, setelah virus muncul di sana pada bulan Desember tahun lalu.

Worldometer mencatat 1.154.061 pasien virus corona sudah sembuh di dunia hingga hari ini.

Tingkat harian kasus baru di seluruh dunia berada di kisaran 2-3 persen selama seminggu terakhir, dibandingkan puncak sekitar 13 persen pada pertengahan Maret lalu.

Baca: Pelayat Didi Kempot Diminta Cuci Tangan dan Diperiksa Suhu Tubuh

Akibatnya, banyak negara mulai berpikir untuk mengurangi atau melonggarkan lockdown yang telah menghancur bisnis dan membuat ekonomi global memburuk.

Di Amerika Serikat, pada Gubernur dari Negara bagian mulai membuka kembali perekonomian mereka selama akhir pekan.

Sementara yang lain, termasuk Gubernur New York Andrew Cuomo, menyatakan langkah itu sebagai prematur.

Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson, yang berjuang melawan Covid-19 pada bulan lalu, mengatakan negara itu telah melalui masa puncak.

Tapi menurut dia, masih terlalu dini untuk melonggarkan lockdown.

Bahkan di negara di mana perang terhadap Covid-19 dianggap berhasil, seperti Australia dan Selandia Baru--yang telah mencatat tingkat harian kasus baru hanya satu digit selama berminggu-minggu, masih berhati-hati dalam mengambil sikap melonggarkan lockdown.(Reuters/Channel News Asia)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas