Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pejabat AS Akui Ingin Lemahkan Rusia di Suriah, Misi Lawan ISIS Sudah Usai

Utusan Khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey, mengaku tugas AS mengalahkan ISIS di Suriah sudah selesai.

Pejabat AS Akui Ingin Lemahkan Rusia di Suriah, Misi Lawan ISIS Sudah Usai
Thomas SJOERUP / Ritzau Scanpix / AFP
Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofoed (kiri) dan Utusan Khusus Amerika Serikat James Jeffrey menghadiri pertemuan Koalisi Global melawan kelompok Negara Islam (IS) di Kementerian Luar Negeri di Kopenhagen, pada 29 Januari 2020. 

TRIBUNNNEWS.COM, BEIRUT – Utusan Khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey, mengaku tugas AS mengalahkan ISIS di Suriah sudah selesai.

Kini mereka tetap hadir di negara itu untuk menciptakan Vietnam atau Afghanistan baru untuk Rusia.

Pengakuan Jeffrey disampaikan lewat telewicara di Institut Hudson, Selasa (12/5/2020). Pernyatannya dikutip Russia Today, Rabu (13/5/2020).

"Kehadiran militer kami, walaupun kecil, penting untuk perhitungan keseluruhan. Jadi kami mendesak Kongres, rakyat Amerika, Presiden untuk tetap mempertahankan pasukan ini,” kata Jeffrey.

“Tapi sekali lagi ini bukan Afghanistan, ini bukan Vietnam, ini bukan sebuah rawa," imbuhnya. “ Pekerjaan saya adalah membuatnya menjadi rawa bagi Rusia,” lanjut Jeffrey.

Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofoed (kiri) dan Utusan Khusus Amerika Serikat James Jeffrey menghadiri pertemuan Koalisi Global melawan kelompok Negara Islam (IS) di Kementerian Luar Negeri di Kopenhagen, pada 29 Januari 2020.
Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofoed (kiri) dan Utusan Khusus Amerika Serikat James Jeffrey menghadiri pertemuan Koalisi Global melawan kelompok Negara Islam (IS) di Kementerian Luar Negeri di Kopenhagen, pada 29 Januari 2020. (Thomas SJOERUP / Ritzau Scanpix / AFP)

Frasa itu jadi kiasan dan bahasa politik lama AS ketika Uni Soviet menyerbu dan menduduki Afghanistan.

AS menggunakan kelompok-kelompok militant dan mujahidin Afghanistan untuk mengganggu dan pada akhirnya merepotkan pasukan Soviet.

Kedatangan pasukan ekspedisi Rusia pada akhir 2015, menyusul undangan dari Damaskus, mengubah gelombang perang di Suriah.

Dengan bantuan mereka, pasukan pemerintah menggulung kembali teroris Negara Islam (ISIS) dan militan lainnya.

Koalisi pasukan Suriah, Rusia, Hezbollah Lebanon, pasukan Al Quds Garda Republik Iran, termasuk paramiliter Palestina di Suriah, menghantam kelompok bersenjata yang didukung AS, Turki, dan Arab.

Halaman
123
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas