Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Biaya Pemeriksaan Masker Subsidi untuk Wanita Hamil di Jepang 8 Juta Yen atau 800 Juta Yen?

Ada sekitar 550 kontraktor khusus yang diperiksa oleh pemerintah dan jika produk cacat dikonfirmasi.

Biaya Pemeriksaan Masker Subsidi untuk Wanita Hamil di Jepang 8 Juta Yen atau 800 Juta Yen?
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor Kementerian Tenaga Kerja Jepang di Kasumigaseki Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang direktur Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan kepada Diet (parlemen) Jepang tanggal 14 Mei lalu bahwa biaya pemeriksaan masker untuk para ibu hamil sebesar hampir 800 juta yen.

Namun pernyataan ini kemudian dibantah oleh Menteri Kesehatan Katsunobu Kato.

"Biaya kontrak pembuatan masker adalah 800 juta yen di dalamnya termasuk biaya pemeriksaan masker. Sedangkan biaya pemeriksaan masker tidak sampai 8 juta yen," kata Menteri Katsunobu Kato.

Menanggapi masalah masker ini oposisi dari partai sosial demokrat Mizuho Fukushima mengkritik pedas hal tersebut.

"Masa untuk periksa masker saja membutuhkan uang hampir 800 juta yen. Aneh sekali ini," kata dia.

Ada sekitar 550 kontraktor khusus yang diperiksa oleh pemerintah dan jika produk cacat dikonfirmasi.

Sekitar 470.000 masker untuk wanita hamil dikirim (pada akhir April), dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mengumumkan bahwa sekitar 47.000 masker memiliki benda asing yang bercampur dan menguning.

Baca: Jadi Sorotan dan Tuai Kecaman, Indira Khalista Akhirnya Buka Suara Setelah Bungkam: Saya Minta Maaf

Pemerintah Jepang memutuskan untuk memeriksa semuanya dan mengirimkannya secara berurutan.

Akibat pemeriksaan ulang tersebut semua pengiriman masker tertunda hingga kini.

Tribunnews.com juga belum menerima dua masker gratis tersebut hingga Minggu (17/5/2020) hari ini.

"Maaf pak pengiriman dari pemerintah pusat terlambat kita juga tak bisa apa-apa untuk pengiriman di kantor pos. Masih menunggu kiriman dari pusat," kata Yamagata, seorang pejabat kantor pos Jepang, Minggu (17/5/2020) kepada Tribunnews.com.

Pengiriman awal ditujukan kepada rumah jompo, rumah sakit dan kalangan wanita hamil.

Kemudian ke masyarakat yang wilayahnya paling banyak terinfeksi Corona. Baru kemudian ke masyarakat yang sedikit terinfeksi Corona.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas