Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Jadi Negara Paling Maju dalam Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Janji Akan Berbagi dengan Dunia

Negara Amerika Serikat berjanji akan membagikan vaksin virus corona pada dunia jika mereka berhasil memproduksinya.

Jadi Negara Paling Maju dalam Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Janji Akan Berbagi dengan Dunia
Fresh Daily
Ilustrasi vaksin virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Negara Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka bakal segera berbagi dengan dunia jika jadi yang pertama mengembangkan vaksin virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut itu disampaikan oleh Francis Collins, Kepala Institut Kesehatan Nasional (NIH), dalam wawancara dengan kantor berita AFP.

Walau nantinya bakal membagi data ilmiah, pemerintah Presiden Donald Trump menyiratkan bahwa mereka akan memfokuskan obat untuk kebutuhan internal terlebih dahulu.

Kendati demikian, Collins sepakat dengan China dan Perancis, bahwa vaksin virus corona jika nantinya ditemukan haruslah menjadi "kebutuhan pokok dunia".

"Jelas jika kami punya vaksin yang bekerja, saya akan memastikan secepatnya tersedia (di Afrika) dan Amerika Selatan. Lihat Brasil," papar dia seperti dikutip dari Kompas.com.

Sebagai negara adikuasa di Bumi ini, lanjutnya, AS tidak hanya bertanggung jawab atas penduduknya.

 Dituduh Amerika Curi Data Vaksin Corona, China: Justru AS yang Gelar Pencurian Siber Terbesar Dunia

 Sebut WHO Sebagai Boneka China, Presiden Trump Dinilai Mau Melempar Tanggung Jawab

 Jokowi & Trump Bahas Soal Penanganan Corona, Presiden AS Siap Kirim Ventilator untuk Bantu Indonesia

Ilustrasi, para Ilmuwan mulai merilis gambar asli virus corona yang menyerang lebih dari 70 ribu orang di dunia
Ilustrasi, para Ilmuwan mulai merilis gambar asli virus corona yang menyerang lebih dari 70 ribu orang di dunia (Kolase pixabay/National Institute of Allergy and Infectious Diseases Rocky Mountain Laboratories)

"Ini akan menjadi hal yang menyedihkan," ujar dia.

NIH merupakan salah satu badan penelitian terbaik dunia.

Mereka juga disokong dengan bujet 42 miliar dollar AS (Rp 618,4 triliun).

Untuk menemukan obat virus corona, mereka juga turut menggandeng beberapa perusahaan swasta.

HALAMAN SELANJUTNYA =====================>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Irsan Yamananda
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas