Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Rasio Lowongan Kerja Efektif di Jepang April 2020, 1,32 Kali Lebih Banyak Dibandingkan April 2019

Menurut Departemen Kesehatan, Perburuhan, rasio penawaran pekerjaan kepada pelamar untuk bulan lalu adalah 1,32, tidak termasuk faktor musiman.

Rasio Lowongan Kerja Efektif di Jepang April 2020, 1,32 Kali Lebih Banyak Dibandingkan April 2019
Koresponden Tribunnews Richard Susilo
Para pemagang Indonesia baru datang di Bandara Internasional Haneda Tokyo belum lama ini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Rasio lowongan kerja efektif di Jepang selama bulan April 2020 sebanyak 1,32 kali lebih banyak daripada April 2019. Namun penurunan jumlah dibandingkan Maret 2020.

"Bulan lalu, jumlah lowongan pekerjaan baru berkurang secara signifikan karena fakta bahwa penyebaran virus corona baru mengakibatkan munculnya deklarasi darurat nasional dan kegiatan ekonomi sangat dibatasi," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (29/5/2020).

Menurut Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang, rasio penawaran pekerjaan kepada pelamar untuk bulan lalu adalah 1,32, tidak termasuk faktor musiman, yang merupakan penurunan 0,07 poin dari bulan Maret 2020.

Penurunan tersebut empat bulan berturut-turut sejak Januari 2020 lebih sedikit daripada Desember 2019, Februari 2020 lebih sedikit daripada Januari 2020, Maret 2020 lebih sedikit daripada Februari 2020 dan April 2020 lebih sedikit daripada Maret 2020.

Baca: Mendagri Tito Karnavian kok Selalu Tersenyum? Ternyata Dia Pakai Masker Bergambar Wajahnya Sendiri

Berdasarkan perfektur, Fukui adalah yang tertinggi dengan 1,88 kali, diikuti oleh Okayama dengan 1,76 kali, Tokyo dengan 1,73 kali, Hiroshima dengan 1,64 kali, dan Kagawa dengan 1,59 kali.

Di sisi lain, yang terendah adalah Okinawa dengan 0,91 kali, diikuti oleh Aomori dengan 1 kali, Kanagawa dengan 1,03 kali, Nagasaki dengan 1,04 kali dan Kochi dengan 1,07 kali.

Rasio tawaran pekerjaan kepada pelamar terus melebihi 1 di semua prefektur, tetapi sejak September 2016, telah jatuh khususnya di Okinawa (di bawah 1 kali) untuk pertama kalinya dalam 3 tahun dan 7 bulan.

Juga, jumlah pekerjaan baru yang ditawarkan oleh perusahaan telah menurun sebesar 31,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca: Cerita Wayan Arta 3 Kali Gagal Lolos Program Kartu Pra-Kerja: Agak Susah Jawab Soal Matematika

Hal ini adalah penurunan pertama dalam 10 tahun dan 11 bulan sejak Mei 2009 ketika pekerjaan baru turun 34,5 persen karena skandal Lehman Shock.

Berdasarkan industri, penurunan terbesar adalah di industri akomodasi dan layanan makanan, yang turun 47,9 persen, diikuti oleh layanan gaya hidup dan hiburan sebesar 44 persen, dan industri manufaktur sebesar 40,3 persen.

Di sisi lain, jumlah orang yang mencari pekerjaan baru mengalami penurunan sebesar 10,2 persen.

"Selain industri makanan dan minuman, yang diminta untuk menahan diri dari operasi dalam deklarasi darurat, di samping kurangnya tenaga kerja yang tidak tunduk pada pengendalian diri, ada kecenderungan untuk menahan diri dari merekrut karyawan baru, dan dampak dari coronavirus baru tersebar cukup luas," ungkap Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang.

Baca: Kerja di Kapal China, 13 ABK Asal Pemalang danTegal Telantar di Kepulauan Marshall

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.co

Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas