Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerusahan Melanda Hampir Seluruh Wilayah Amerika: di Atlanta Mobil Polisi Dibakar

Di Denver terjadi demonstrasi hari kedua, dengan ratusan orang berbaris menuju pusat kota menuntut keadilan bagi Floyd.

Kerusahan Melanda Hampir Seluruh Wilayah Amerika: di Atlanta Mobil Polisi Dibakar
Scott Olson / Getty Images / AFP
Seorang wanita berjalan melewati tempat sampah yang terbakar selama protes pada 28 Mei 2020 di St. Paul, Minnesota. Hari ini, Rabu (28/5/2020) menandai hari ketiga protes yang sedang berlangsung setelah polisi membunuh George Floyd 

7. New York City

Sementara itu dilansir dari CBS News, kerumunan besar turun di sepanjang jalan di New York City pada Jumat (29/5/2020).

Kerumunan massa itu ikut memprotes kematian George Floyd. Beberapa pengunjuk rasa ditangkap di Foley Square dan di jembatan Brooklyn karena menghalangi lalu lintas dan perilaku mereka yang tidak bisa diatur.

Wali Kota New York City Bill de Blasio mengirim pesan kepada para pengunjuk rasa, memohon agar mereka protes secara damai, dan berhati-hati dengan Covid-19 serta tetap melakukan social distancing juga menjaga kebersihan.

Dia juga mendesak mereka untuk menghormati polisi dan mengarahkan kemarahan kepada para pemimpin, bukan pada polisi yang melakukan pekerjaannya.

8. San Jose

Adapun para demonstran dengan isu yang sama menutup jalan raya di San Jose selama lebih dari satu jam.

Para demonstran yang terdiri dari para aktivis di San Jose melakukan protes atas kematian George Floyd. Mereka menutup jalan raya San Jose 101 di dua arah lebih dari satu jam pada Jumat (19/5/2020).

Sekitar 100 pengunjuk rasa memblokir semua ruas jalan di jalan raya dekat akses bebas masuk Santa Clara Street sekitar pukul 15.00 sore. Beberapa kendaraan tampak berputar menghindari kerumunan itu. Lalu lintas pun dihentikan dan menyebabkan banyak kemacetan di daerah tersebut.

Donald Trump angkat suara

Presiden AS, Donald Trump, pada Jumat (29/5/2020) mengaku sudah bicara dengan keluarga George Floyd.

Sebelumnya George Floyd adalah pria kulit hitam yang meninggal setelah ditindih lehernya oleh polisi Minnesota, Derek Chauvin.

Meski Floyd sudah mengeluh tak bisa bernapas, Chauvin tidak bergeming dan tetap menindih leher Floyd selama kurang lebih 9 menit hingga tak sadarkan diri.

Insiden kematian Floyd ini tidak hanya membuat keluarga geram, tapi seluruh AS melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut polisi didakwa kasus pembunuhan.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam bangsa kami dan simpati yang paling tulus kepada keluarga George Floyd," kata Trump di Gedung Putih, dikutip dari CNN

"Saya berbicara kepada anggota keluarga (George Floyd), (mereka) orang-orang hebat," tambahnya.

Baca: Polisi yang Menindih Leher George Floyd hingga Meninggal Didakwa Pembunuhan

Baca: Polisi Pembunuh dan George Floyd Ternyata Pernah Bekerja 17 Tahun Bersama Jadi Satpam

Ketika pandemi coronavirus novel berlanjut di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump berbicara kepada para wartawan setelah menandatangani proklamasi menghormati Hari Perawat Nasional di Kantor Oval di Gedung Putih di Gedung Putih 06 Mei 2020 di Washington, DC. Dengan lebih dari satu juta orang di Amerika Serikat terinfeksi COVID-19 dan puluhan ribu orang meninggal karena virus, perawat telah berada di garis depan perawatan untuk pasien di seluruh negeri.
Ketika pandemi coronavirus novel berlanjut di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump berbicara kepada para wartawan setelah menandatangani proklamasi menghormati Hari Perawat Nasional di Kantor Oval di Gedung Putih di Gedung Putih 06 Mei 2020 di Washington, DC. Dengan lebih dari satu juta orang di Amerika Serikat terinfeksi COVID-19 dan puluhan ribu orang meninggal karena virus, perawat telah berada di garis depan perawatan untuk pasien di seluruh negeri. (Doug Mills-Pool / Getty Images / AFP)

Trump pada Jumat dijadwalkan melakukan konferensi pers untuk mengatasi kerusuhan aksi bela George Floyd yang meledak di seluruh negeri.

Namun, setelah mengumumkan tindakannya pada China dan WHO, Trump pergi begitu saja.

Setelah itu presiden mendapat kritikan keras karena cuitannya yang kontroversial.

"Kesulitan apapun dan kami akan mengambil kendali tetapi, ketika penjarahan dimulai, penembakan itu dimulai. Terima kasih!" kata Presiden di Twitter.

Namun saat ditanya maksud kalimat 'penjarahan dimulai, penembakan dimulai', Trump mengaku hanya mendengar itu selintas tanpa tahu asalnya.

Trump menilai kematian Floyd adalah insiden yang mengerikan.

Dia mendesak Departemen Kehakiman untuk secepatnya mengusut kasus ini.

"Ini adalah situasi lokal tetapi kami juga membuatnya menjadi situasi federal dan ini adalah hal yang mengerikan."

"Kami semua melihat apa yang kami lihat dan bahkan sangat sulit untuk memahami apa pun selain apa yang kami lihat," kata Trump.

Berita ini tayang di Kompas.com: https://www.kompas.com/global/read/2020/05/30/132132070/rusuh-kematian-george-floyd-meluas-hampir-ke-seluruh-as?page=all#page2

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas