Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Jepang Pertaruhkan Kedaulatan Selamatkan Pulau Kecil dari Kenaikan Air Laut

Jepang habis-habisan melindungi pulau-pulau di perbatasan terluar. Lenyapnya karang dan atol oleh kenaikan permukaan air laut juga…

Namun negara jiran mengecam klaim tersebut karena berdalih, Konvensi Hukum Laut PBB mencantumkan bahwa “batuan atau karang yang tidak bisa menopang kehidupan manusia atau ekonomi secara mandiri tidak memiliki zona ekonomi ekslusif.”

“Isunya memang rumit,” aku Robert Dujarric, Guru Besar Hubungan Internasional di Temple University. Menurutnya faktor alam pula yang kelak menentukan.

“Cina, Korsel dan Taiwan bersikeras Okinotorishima cuma karang yang tidak bisa digunakan Jepang untuk memperluas ZEE-nya. Mereka menggugat ke PBB, tapi kisruh ini akan padam ketika permukaan air laut naik, seperti yang diprediksi, dan atol itu sepenuhnya terendam laut.”

Sebab itu pula Jepang mati-matian melindungi seonggok karang di tengah laut itu. “Potensi kerugian ekonomi akibat hilangnya akses terhadap sumber daya alam di kawasan ini akan sangat besar.”

Tekanan Cina

Belakangan Cina menjadi ancaman terbesar bagi klaim teritorial Jepang. Januari 2019 silam Tokyo melayangkan nota protes setelah kapal survei berbendera Cina terdeteksi melaut di sekitar atol Okinotorishima.

Kapal yang dioperasikan Otoritas Kemaritiman Negara itu dikhawatirkan sedang mengumpulkan data buat kepentingan eskplorasi sumber daya atau untuk merangkai peta bawah laut demi keperluan militer.

Kapal-kapal Cina bahkan mulai berani menjalankan survei di dalam wilayah teritorial Jepang, seperti dilaporkan harian Yomiuri yang mengutip sumber dari pemerintahan. Setidaknya tiga kapal survei Cina kedapatan mengumpulkan data di dalam wilayah yurisdiksi Jepang.

Menurut Dujarric, kedua negara “menjalankan strategi yang berbeda.” Ketika Jepang menggerrakkan mesin diplomasi, Cina “bertindak lebih agresif dengan mengirimkan kapal penjaga pantai ke wilayah negara lain.”

Kekhawatiran terbesar adalah eskalasi konflik jika Cina bersikeras mempertahankan klaimnya.

rzn/yp

Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas