Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PM Kanada Turun ke Jalan Ikut Demo dan Berlutut Tuntut Keadilan Bagi George Floyd

Justin Trudeau ikut dalam aksi demonstrasi terkait isu rasial di Kanada. Dia pun ikut berlutut sebagai simbol menentang rasisme

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PM Kanada Turun ke Jalan Ikut Demo dan Berlutut Tuntut Keadilan Bagi George Floyd
CBC News
PM Kanada Justin Trudeau 

TRIBUNNEWS.COM, OTTAWA - Rusuh di Amerika Serikat mendapat sorotan dari sejumlah eks pejabat hingga pemimpin di dunia.

Diketahui, kerusuhan pecah akibat kematian warga Afrika-Amerika bernama George Floyd.

Baca: PM Kanada Kehabisan Kata-Kata Tanggapi Cara Trump Tangani Demo Bela George Floyd

Dia meninggal dunia setelah lehernya ditindih dengan lutut Derek Chauvin, seorang polisi kulit putih di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Salah satu yang menyoroti kerusuhan dan isu rasial di Amerika Serikat yakni Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.

Sebelumnya ia sempat menanggapi kerusuhan yang meluas di sejumlah negara di Amerika Serikat dan cara Presiden Donald Trump menanganinya.

Melansir Kompas.com, kali ini Justrin Trudeau justru ikut dalam aksi demonstrasi terkait isu rasial tersebut.

Pada Jumat (5/6/2020), Justin Trudeau tampak bersama-sama demonstran melakukan protes terhadap rasisme dan kebrutalan aparat polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir AFP, kemunculan Trudeau di muka publik jarang terjadi sejak permulaan pandemi virus corona atau Covid-19.

"Terlalu banyak orang Kanada yang merasa takut dan khawatir saat melihat petugas hukum," ujar Trudeau dalam rapat hariannya di awal hari itu.

"Selama beberapa minggu terakhir, kita telah menyaksikan banyak warga Kanada yang tiba-tiba tersadar pada kenyataan bahwa diskriminasi yang merupakan kenyataan hidup banyak warga adalah suatu hal yang perlu segera diakhiri."

Trudeau memegang kaos bertuliskan "Black Lives Matter", berteriak dari belakang kerumunan menggunakan masker bersama para pengunjuk rasa yang melebar di beberapa blok depan kedutaan Amerika Serikat.

Terakhir, dia mengheningkan cipta selama 8 menit 46 detik, durasi ketika polisi Derek Chauvin menindih leher George Floyd dengan lututnya dan menyebabkan kematian pria kulit hitam itu.

Video yang merekam peristiwa tragis itu menjadi viral dan memicu banyak protes yang kemudian berakhir ricuh hampir di seluruh negara bagian Amerika Serikat, memicu demonstrasi massa di beberapa kota di Eropa dan negara lainnya termasuk Kanada.

Kementerian Keluarga Ahmed Hussen, yang juga bergabung dengan Trudeau dalam protes itu berkata, "Lihatlah keragaman yang ada di dalam kerumunan ini."

"Tidak hanya warga kulit hitam Kanada. Banyak warga yang mengatakan bahwa kehidupan warga kulit hitam itu berarti," imbuhnya.

Protes serupa juga terjadi di beberapa tempat di kota-kota lain di Kanada.

Di Toronto, misalnya, Kepala Polisi Mark Saunders dan beberapa petugas tanpa seragam menjumpai para demonstran yang berbaris di sana dan juga ikut berlutut bersama.

"Kami menjumpai kalian semua dan kami mendengarkan," katanya dalam kicauannya di Twitter, "kita harus tetap seperti ini bersama, untuk membuat perubahan." Aksi Saunder itu dipuji oleh Perdana Menteri Ontario,

Doug Ford yang mengatakan kepala polisi pertama dari kalangan kulit hitam itu dengan sebutan, "sangat berpengaruh." "Itulah yang kita sebut, kepemimpinan," ujar Ford.

Seorang pria yang ikut dalam aksi protes di Ottawa, Stephane Kribodo mengatakan bahwa di dunia sudah terlalu banyak rasisme, "Di dunia, di Perancis, di AS, di Kanada."

"Adalah hal penting untuk melawan jika kita ingin perubahan," ujar Kribodo.

Pemrotes lainnya, Sophie Scott juga menggaungkan pandangan serupa dengan menandai beberapa kasus pelanggaran terbaru yang dilakukan aparat kepolisian di Kanada.

Menurutnya, dua wanita dengan masalah mental di Toronto dan kota kecil Edmundston, New Brunswick meninggal setelah meminta bantuan polisi yang tak kunjung datang.

Kasus lainnya, seorang pria adat dari sebuah suku di wilayah utara Kanada ditabrak oleh seorang polisi penjelajah.

"Kami hanya menginginkan (wabah) ini pulih untuk semuanya dan bisa melakukan tindakan melawan rasisme," ujar Scott.

Pada Selasa lalu, Trudeau di hadapan publik tidak berbicara selama 20 detik ketika wartawan bertanya akan pandangannya soal ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menurunkan militer untuk atasi demonstran.

Baca: Kelompok Perubahan Rezim AS Klaim Aksi George Floyd untuk Kepentingan Perjuangan Demokratis Dunia

"Kita semua menyaksikan dalam kengerian dan ketakutan tentang apa yang terjadi di AS," ujar Trudeau pada akhirnya.

Kini, "waktunya untuk mendengar, untuk menyatukan orang-orang dan untuk mempelajari apa yang selama ini terus terjadi meski pun sudah ada kemajuan selama bertahun-tahun dan puluhan tahun."

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Tuntut Keadilan Ras, PM Kanada Ikut Berlutut Bersama Pengunjuk Rasa di Kanada

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas