Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2020

Arab Saudi Pertimbangkan Batasi Kuota Jamaah Haji Hanya 20 Persen saat Pandemi Covid-19

Sekitar 2,5 juta jamaah mengunjungi tempat suci Islam di Mekah dan Madinah selama seminggu, untuk menunaikan ibadah Haji tiap tahunnya

Arab Saudi Pertimbangkan Batasi Kuota Jamaah Haji Hanya 20 Persen saat Pandemi Covid-19
AFP)
Arab Saudi Izinkan Masjid Dibuka untuk Shalat Jumat, Mulai 31 Mei-20 Juni 2020, Kecuali di Mekah 

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi tengah mempertimbangkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dengan membatasi kuota untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), setelah total kasus di negara ini menembus angka 100 ribu.

Sekitar 2,5 juta jamaah mengunjungi tempat suci Islam di Mekah dan Madinah selama seminggu, untuk menunaikan ibadah Haji tiap tahunnya.

Data resmi menunjukkan ibadah Haji dan Umrah sedikitnya menghasilkan sekitar 12 miliar dolar AS tiap tahunnya bagi pendapat kerajaan.

Pada Maret lalu, Arab Saudi meminta umat Muslim untuk menunda rencana ibadah Haji dan menangguhkan ibadah Umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dua sumber Reuters yang akrab dengan otoritas setempat, mengatakan Arab Saudi sedang mempertimbangkan kemungkinkan akan mengizinkan "hanya jumlah simbolis" untuk ibadah Haji tahun ini. Meskipun tetap harus ada pembatasan termasuk larangan usia jamaah dan pemeriksaan kesehatan tambahan.

Baca: Menag Sebut Karantina Selama 28 Hari Jadi Satu Pertimbangan Peniadaan Penyelengaraan Haji 2020

"Dengan prosedur yang ketat, otoritas Arab Saudi mempertimbangkan untuk hanya mengizinkan hingga 20 persen dari kuota reguler jamaah Haji masing-masing negara," demikian sumber lain yang akrab dengan masalah ini menyatakan kepada Reuters.

Namun beberapa pejabat lain masih keukeh untuk pembatalan ibadah Haji tahun ini, yang akan dimulai pada akhir Juli mendatang, menurut tiga sumber Reuters.

Juru Bicara Kantor Kementerian Pelayanan Haji dan Umrah tidak berkomentar tentang hal itu, ketika ditanyakan Reuters.

Membatasi atau membatalkan ibadah Haji akan menekan keuangan pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang terkena dampak terjunnya harga minyak dan pandemi.

Analis memprediksi kontraksi ekonomi terparah tahun ini akan terjadi di Arab Saudi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas