Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah Dugaan Data Diretas Hacker, Kali Ini Zoom Terseret Konflik Politik Amerika Serikat vs China

Aplikasi komunikasi video yang meroket di masa pandemi Corona, Zoom kali ini terseret di pusaran konflik perpolitikan Amerika Serikat vs China.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
zoom-in Setelah Dugaan Data Diretas Hacker, Kali Ini Zoom Terseret Konflik Politik Amerika Serikat vs China
AFP
Eric Yuan, pendiri Zoom. Perusahaan video conference ini membawa beberapa pelobi, termasuk mantan pejabat kampanye Trump dan seorang mantan pejabat Gedung Putih menjadi dewan direksi. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Zoom Video Communications atau Zoom adalah aplikasi video conference yang naik daun selama pandemi Corona menerpa dunia pada tahun 2020 ini.

Mulai dari rapat pemerintahan, bisnis, sekolah hingga obrolan antaranggota keluarga banyak dijalankan via Zoom yang merupakan perusahaan asal California, Amerika Serikat tersebut.

Namun, meski trending selama pandemi virus Corona, Zoom tak lepas dari kontroversi.

Setelah dikabarkan datanya mudah diretas oleh hacker, kali ini Zoom disebut-sebut masuk dalam radar konflik perpolitikan dunia.

Zoom, aplikasi meeting jarak jauhnya menjadi pusat komunikasi global kini terseret dalam pertempuran politik antara Amerika Serikat dan China.

Mengutip berita Reuters, Sabtu (13/6/2020), bahkan sebelum Zoom mendapat kecaman dari anggota parlemen AS tentang hubungannya dengan China pekan ini, pihaknya telah mempersiapkan diri untuk masalah politik. 

Baca: Gara-Gara Netflix dan Zoom, Presiden AS Donald Trump Marah Terhadap Pemerintah Indonesia, Ada Apa?

Baca: Pertama Kali Vonis Pidana Lewat Zoom dan Langsung Hukuman Mati, Pengadilan Singapura Dikecam

Aplikasi komunikasi video, Zoom.
Aplikasi komunikasi video, Zoom. (Olivier Doulery/AFP)

Perusahaan yang dimiliki Eric Yuan tersebut baru-baru ini membawa beberapa pelobi, termasuk mantan pejabat kampanye Trump dan seorang mantan pejabat Gedung Putih menjadi dewan direksi.

Rekomendasi Untuk Anda

BACA SELENGKAPNYA --->

Sumber: TribunnewsWiki
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas