Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tak Ingin Bahayakan Keluarga, Pria di India Pilih Karantina Mandiri di Toilet Umum selama Seminggu

Pemerintah India menetapkan bahwa para migran yang pulang dari kota besar harus mengarantina diri selama dua minggu.

Tak Ingin Bahayakan Keluarga, Pria di India Pilih Karantina Mandiri di Toilet Umum selama Seminggu
Kompas.com
Toilet umum di jalanan di Varanasi Benares di India 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah India menetapkan bahwa para migran yang pulang dari kota besar harus mengarantina diri selama dua minggu.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 dan memastikan terjangkit atau tidak.

Inilah yang harus dilakukan seorang pria yang baru saja kembali dari Tamil Nadu ke rumahnya di Odisha.

Dikutip dari India Times, dia harus menjalani isolasi selama sepekan di pusat karantina Covid-19 yang dikelola pemerintah. 

Baca: PM Narendra Modi Ungkap India Ingin Damai, Tapi Siap Perang Jika China Provokasi

Baca: Colokan Ventilator Dicabut dan Diganti AC oleh Keluarga yang Kepanasan, Pasien Covid-19 Meninggal

Relawan dari sebuah kuil Sikh mendistribusikan makanan gratis kepada para tunawisma selama lockdown di New Delhi, 15 April 2020. India mulai melonggarkan lockdown meski kasus positif covid-19 terus bertambah dan kini sudah mencapai 181 ribu kasuss per 31 Mei 2020.
Relawan dari sebuah kuil Sikh mendistribusikan makanan gratis kepada para tunawisma selama lockdown di New Delhi, 15 April 2020. India mulai melonggarkan lockdown meski kasus positif covid-19 terus bertambah dan kini sudah mencapai 181 ribu kasuss per 31 Mei 2020. (Prakash SINGH / AFP)

Setelah tujuh hari itu, pria 28 tahun tersebut disuruh meninggalkan tempat isolasi dan meneruskan karantina di rumah.

Namun, pria bernama Manas Patra itu meminta otoritas setempat agar memperpanjang jadwal karantina di bangunan milik pemerintah tersebut.

Patra beralasan rumahnya tidak memiliki cukup ruangan sehingga dia takut akan menjangkiti keluarganya.

Dia bercerita bahwa keluarganya beranggotakan enam orang.

Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk menjalani karantina sendiri.

Sayangnya permintaannya itu ditolak otoritas setempat.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas