Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sambaran Petir di India Menewaskan 107 Orang

Lebih dari 2.300 orang tewas akibat sambaran petir di India pada 2018 berdasarkan Biro Catatan Kejahatan Nasional

Sambaran Petir di India Menewaskan 107 Orang
Pinterest
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI -  Sambaran petir di India bagian utara dan timur sedikitnya menewaskan107 orang.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (25/6/2020) menurut laporan pejabat setempat.

83 orang yang tewas berada di wilayah Bihar yang miskin sementara 24 orang korban lainnya berada di negara bagian Uttar Pradesh.

Dari peristiwa itu, puluhan orang mengalami luka-luka.

Petir yang menyambar antara Juni-September merupakan fenomena tahunan yang sering terjadi di India.

Namun, menurut Menteri Manajemen Bencana wilayah Bihar, Lakshmeshwar Rai, angka korban kemarin merupakan yang tertinggi dalam satu hari di negara bagian itu dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih dari setengah yang tewas tinggal di pemukiman rawan banjir, di bagian utara dan timur daerah Bihar.

Baca: Nekat Gelar Pesta Pernikahan, Pengantin Pria di India Meninggal, 30 Tamu Positif Covid-19

Rai memperingatkan bahwa angka kematian bisa meningkat karena pemerintah masih menunggu laporan terkait korban dari negara bagian itu.

Sementara itu berdasarkan perkiraan cuaca, hujan lebat akan melanda daerah Bihar pada Jumat dan Sabtu menurut Kantor Departemen Meteorologi India.

Di negara bagian tetangga Uttar Pradesh, kebanyakan korban tewas dilaporkan berasal dari daerah Deoria yang berdekatan dengan perbatasan Nepal dan kota suci Prayagraj berdasarkan laporan otoritas.

Perdana Menteri Narendra Modi pada Kamis kemarin mengunggah pernyataan melalui Twitternya dan menyampaikan bela sungkawa.

Dia juga menambahkan bahwa pemerintah akan segera mencari solusi untuk permasalahan ini.

Lebih dari 2.300 orang tewas akibat sambaran petir di India pada 2018 berdasarkan Biro Catatan Kejahatan Nasional.

Musim penghujan sangat penting untuk kembali mengisi persediaan air di Asia Selatan namun juga menyebabkan kematian dan kerusakan yang meluas di seluruh wilayah terdampak setiap tahunnya

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas