Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Uni Eropa Rilis Daftar 14 Negara Yang Diizinkan Masuk Eropa

“Daftar aman” ini akan ditinjau setiap dua minggu sekali dan disesuaikan dengan perkembangan situasi terkini pandemi Covid-19…

Uni Eropa Rilis Daftar 14 Negara Yang Diizinkan Masuk Eropa

Uni Eropa telah merilis “daftar aman” 14 negara yang diizinkan memasuki negara-negara anggota Uni Eropa mulai 1 Juli. Sementara larangan perjalanan untuk negara-negara yang tidak termasuk di dalam daftar tersebut tetap diberlakukan, khususnya Amerika Serikat.

Negara-negara yang diizinkan masuk antara lain Algeria, Australia, Georgia, Jepang, Kanada, Maroko Montenegro, Selandia Baru, Republik Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.

Kepada kantor berita Jerman dpa, seorang diplomat Uni Eropa menyebut bahwasannya Cina juga akan diizinkan masuk ke negara-negara anggota Uni Eropa dengan catatan Cina juga mencabut larangan serupa.

Langkah ini diambil setelah lebih dari tiga bulan negara-negara anggota Uni Eropa beserta Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein menutup perbatasannya dan melarang semua “perjalanan wisata tak penting” mengingat risiko penularan virus corona. Namun pada awal bulan Juni, mereka mulai melonggarkan perbatasan dengan mengizinkan perjalanan antar negara anggota Uni Eropa.

Negara dengan tingkat infeksi tinggi tetap dilarang

Mulai Rabu (01/07), sebanyak 27 negara anggota Uni Eropa ditambah 4 negara lainnya yang masuk kategori wilayah Schengen memberikan akses keluar masuk untuk 14 negara yang masuk “daftar aman” tanpa perlu dilakukan pemeriksaan dokumen.

Nantinya “daftar aman” ini akan ditinjau setiap dua minggu sekali dan disesuaikan dengan perkembangan situasi terkini pandemi Covid-19 di setiap negara. Negara-negara yang diizinkan masuk ke Eropa harus mempunyai tingkat infeksi Covid-19 di bawah 16 kasus per 100.000 penduduk.

Dilaporkan lebih dari 15 juta orang Amerika melakukan perjalanan ke Eropa setiap tahunnya, dan larangan perjalanan dari AS diyakini menjadi pukulan telak bagi sektor ekonomi dan pariwisata di Eropa.

Berdasarkan data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), AS mencatat tingkat infeksi lebih dari 12 kasus per 100.000 penduduk selama lebih dari dua minggu terakhir.

Selain di AS, tingkat infeksi di Brasil, Rusia, dan India juga masih tinggi, sehingga tidak memungkinkan untuk mengizinkan warganya masuk ke Eropa.

rap/gtp (dpa/ap)

Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas