Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Memanas, India Larang Penggunaan TikTok dan Puluhan Aplikasi China Lainnya

India dan China saat ini menemui jalan buntu terkait pertikaian mengenai perbatasan yang telah lama diperdebatkan di Himalaya.

Memanas, India Larang Penggunaan TikTok dan Puluhan Aplikasi China Lainnya
searchenginejournal.com
Aplikasi Tiktok di smartphone. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - India dan China saat ini menemui jalan buntu terkait pertikaian mengenai perbatasan yang telah lama diperdebatkan di Himalaya.

Dampaknya, negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Narendra Modi itu bahkan kini telah melarang penggunaan 59 aplikasi asal China, termasuk platform berbagi video populer TikTok, dengan alasan masalah privasi dan keamanan nasional.

Baca: Dilarang di India, TikTok Tegaskan Tak Bagikan Informasi Ke China

Baca: China Dikabarkan Paksa Muslim Uighur Aborsi dan Sterilisasi, Dianggp Sebagai Genosida

Tanpa menyebut China, pemerintah India mengatakan kebijakan pelarangan aplikasi ini merupakan langkah yang ditargetkan untuk memastikan keamanan dan kedaulatan dunia maya India.

Dikutip dari laman CBS News, Rabu (1/7/2020), sebuah pernyataan yang dikeluarkan pemerintah India menyampaikan bahwa aplikasi ini terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara serta ketertiban umum.

Bahkan India menuding Tiktok dan puluhan aplikasi lainnya mencuri dan secara diam-diam mengirimkan data pengguna secara tidak sah ke server yang berlokasi di luar India.

"Kompilasi data-data ini, penambangannya dan pembuatan profil oleh elemen-elemen yang kontra terhadap keamanan dan pertahanan nasional India, pada akhirnya berdampak pada kedaulatan dan integritas India. Ini adalah masalah yang sangat rumit dan membutuhkan perhatian serta langkah-langkah darurat," kata pemerintah India dalam keterangan resminya.

Sebagian besar aplikasi terlarang ini telah dihapus dari online app store di India pada Selasa kemarin, karena tidak lagi berfungsi pada perangkat yang sudah diunduh.

Menanggapi langkah boikot India terhadap produk teknologinya, Kementerian Luar Negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya 'sangat prihatin' dengan langkah yang diambil negara itu.

"India memiliki tanggung jawab untuk menegakkan hak-hak hukum yang sah bagi para investor, termasuk perusahaan-perusahaan asal China," kata Kemenlu China.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas