Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Klaim Tiongkok soal Laut China Selatan Disebut Ancaman Jangka Panjang dan Serius Melebihi Korut

Jepang menuduh China terus meneruskan klaim teritorialnya di Laut China Timur dengan lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya

Klaim Tiongkok soal Laut China Selatan Disebut Ancaman Jangka Panjang dan Serius Melebihi Korut
Foto Google
Laut China Selatan 

TRIBUNNEWS.COM - Tingginya tensi di Laut China Selatan masih belum juga turun.

Setelah hubungan Amerika Serikat dengan China menegang, kini Jepang ikut 'gerah' dengan sikap China di Laut China Selatan.

Baca: China Siap Raup Untung Besar dari Pandemi Covid-19, Investasi Bangun Pabrik Vaksin Rp 1 Triliun

Dalam kajian pertahanan tahunannya, Jepang menuduh China terus meneruskan klaim teritorialnya di Laut China Timur dengan lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya.

Para analis pun menyoroti bagaimana Beijing telah menjadi ancaman jangka panjang dan lebih serius daripada Korea Utara dengan senjata nuklirnya.

Pemerintah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyetujui kajian yang mengatakan China terus berusaha untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan Laut Cina Selatan.

Beijing juga menyebarkan disinformasi sambil memberikan bantuan medis kepada negara-negara yang terpukul keras oleh wabah pandemi corona.

Buku putih itu menggambarkan intrusi tanpa henti oleh kapal-kapal China di perairan sekitar sekelompok pulau yang diklaim oleh kedua negara di Laut China Timur, yang dikenal sebagai Senkakus oleh Jepang dan Diaoyus oleh China.

Hal ini juga merujuk pada penciptaan dua distrik administratif sepihak China di Laut Cina Selatan, di mana Beijing memiliki klaim yang tumpang tindih dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan.

Kedua distrik, bernama Xisha dan Nansha, masing-masing menggunakan nama China untuk menyebut Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spratly yang disengketakan.

Buku putih itu muncul ketika sekutu keamanan Jepang, AS, mengeluarkan tantangan langsung terhadap klaim di Laut China Selatan oleh Beijing.

Di mana Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengeluarkan pernyataan untuk menolak semua klaim China di luar wilayah teritorial 12 mil laut di sekitar Kepulauan Spratly.

Baca: Aniaya ABK WNI Hingga Tewas, Mandor Kapal China Ditetapkan jadi Tersangka, Akan Diadili di Indonesia

Washington telah berdebat dengan Beijing tentang berbagai masalah mulai dari perdagangan hingga tanggapan virus corona dan aksi China terhadap hak asasi manusia. 

Meskipun Abe telah menjadi pendukung setia AS, ia juga telah fokus membangun hubungan yang lebih dekat dengan China yang merupakan mitra dagang terpenting Jepang setelah AS yang telah dirusak oleh perselisihan mengenai pendudukan perang dan perselisihan wilayah.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Panas di Laut China Timur, Jepang: China sudah menjadi ancaman jangka panjang

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas