Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Hong Kong Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

Keberadaan celah dalam lalu lintas perjalanan luar negeri diduga menjadi penyebab kemunculan kembali gelombang infeksi baru.

Hong Kong Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19
Bloomberg via SCMP
Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. 

TRIBUNNEWS.COM, HONG KONG - Hong Kong kembali mengalami lonjakan kasus virus corona baru. Ini merupakan gelombang lonjakan kasus ketiga sejak Juli lalu.

Melansir Global Times, pakar virologi Hong Kong Jin Dongyan menyebutkan, ada indikasi virus corona kembali datang dari berbagai lokasi, termasuk pelaut Filipina dan awak penerbangan Kazakhstan.

Dongyan memprediksikan, gelombang baru virus corona kemungkinan akan bisa Hong Kong kendalikan dalam dua minggu ke depan, setelah fase puncaknya terlewati.

"Satu pasien menginfeksi beberapa ratus orang lainnya di Hong Kong, yang menunjukkan ada penyebar super dalam epidemi baru ini, dan si penyebar mungkin adalah seorang pelaut dari Filipina," kata Dongyan, Kamis (6/8/2020).

Baca: Gara-gara Lockdown, Filipina Jatuh ke Dalam Jurang Resesi

Dalam penelitian lain, Gilman Siu, profesor di Departemen Teknologi Kesehatan Universitas Politeknik Hong Kong, mengatakan pada 28 Juli lalu, tim risetnya menemukan bahwa 19 dari 26 sampel dari kasus lokal yang terkonfirmasi pada gelombang ketiga ini memiliki ciri virus yang mirip dengan yang ada di Filipina.

Keberadaan celah dalam lalu lintas perjalanan luar negeri diduga menjadi penyebab kemunculan kembali gelombang infeksi baru.

Saat ini, pakar kesehatan Hong Kong meminta pemerintah untuk meningkatkan pengujian dan memberlakukan karantina di pelabuhan selama beberapa minggu ke depan.

Sepanjang 1 hingga 27 Juli lalu, sebanyak 76 orang yang datang dari Filipina teridentifikasi terjangkit virus corona.

Setidaknya, 15 dari mereka merupakan pelaut.

Tidak hanya pelaut, awak penerbangan juga ditemukan terinfeksi virus corona setelah kembali dari tugasnya. Sejak Juni lalu, awak penerbangan telah dibebaskan dari tes dan kewajiban karantina mandiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas