Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ledakan di Beirut

Dituding Simpan Senjata di Lokasi Ledakan Beirut, Pemimpin Hizbullah Buka Suara

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah membantah soal klaim kelompoknya simpan senjata di gudang dekat lokasi ledakan.

Dituding Simpan Senjata di Lokasi Ledakan Beirut, Pemimpin Hizbullah Buka Suara
IST
Anggota Hizbullah. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, membantah terkait tudingan yang menuju pada dirinya.

Kelompok Hizbullah dianggap telah menyimpan senjata di lokasi ledakan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020).

Hassan pun membantah keras tudingan tersebut dan meminta untuk menunggu proses penyelidikan.

Baca: Amonium Nitrat Juga Pernah Membuat Ledakan Besar di 4 Kota Ini Selain Beirut Lebanon

Menurut pengakuan Hassan, kelompok Hizbullah tidak memiliki gudang senjata, rudal, senapan, bom, hingga amonium nitrat.

Bahkan Hassan menyampaikan, di antara korban tewas dan terluka, terdapat anggota kelompoknya.

Oleh karena itu, penyelidikan akan terungkap penyebab dibalik ledakan yang besar itu.

Sejumlah gedung, bangunan, dan kendaraan hancur berantakan terdampak ledakan dahsyat yang terjadi sehari sebelumnya di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Rabu (5/8/2020) pagi waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan puluhan orang meninggal, ribuan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. AFP/Patrick Baz
Sejumlah gedung, bangunan, dan kendaraan hancur berantakan terdampak ledakan dahsyat yang terjadi sehari sebelumnya di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Rabu (5/8/2020) pagi waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan puluhan orang meninggal, ribuan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. AFP/Patrick Baz (AFP/Patrick Baz)

"Kami tidak memiliki apa-apa di pelabuhan, tidak ada gudang senjata, atau depot rudal, rudal, senapan, bom, peluru, atau amonium nitrat," terang Hassan dilansir Al-Jazeera.

"Orang-orang kami termasuk di antara mereka yang terluka dan tewas dalam ledakan itu," lanjutnya.

Hassan kemudian meminta pertanggungjawaban terkait ledakan yang menewaskan ratusan orang itu.

Ia berharap agar penyelidikan dapat berjalan dengan adil dan juga transparan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas