Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PBB Sebut 9 Anak Tewas dalam Serangan Udara di Yaman Utara

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan serangan udara di Yaman menewaskan sekira sembilan anak.

PBB Sebut 9 Anak Tewas dalam Serangan Udara di Yaman Utara
BBC
IUSTRASI Serangan Udara di Yaman Utara - Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan serangan udara di Yaman menewaskan sekira sembilan anak. 

TRIBUNNEWS.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan serangan udara di Yaman menewaskan sekitar sembilan anak.

Serangan ini merupakan yang ketiga kalinya menghantam Yaman.

Mengutip Al Jazeera, Lisa Grande, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman buka suara melalui pernyataan, Jumat (7/8/2020).

Dia mengatakan, sekelompok wanita dan anak-anak yang sebagian besar terkena serangan ketika mereka melakukan perjalanan darat.

“Serangan itu mengejutkan dan sama sekali tak dapat diteima,” kata Grande.

Baca: POPULER INTERNASIONAL: Tembak Militan Taliban Gadis Ini Disebut Pahlawan, juga Sangkalan Amber Heard

Baca: Tembak 2 Militan Taliban Pakai AK-47 karena Orang Tuanya Dibunuh, Gadis Ini Disebut Pahlawan

IUSTRASI - PBB: Sedikitnya 9 Anak Tewas dalam Serangan Udara di Yaman Utara
IUSTRASI -  Serangan Udara di Yaman Utara (BBC)

Sementara itu, Kementerian kesehatan untuk militan Houthi, yang mengembalikan tempat serangan itu terjadi angkat bicara.

Mereka mengatakan, koalisi militer yang di pimpin Saudi mendukung pemerintah Yaman melakukan enam serangan udara di provinsi Jawf di pegunungan utara Yaman.

Baca: Turki Kirim Pasukan Khusus ke Irak Utara, Operasi Lawan Militan Kurdi

Baca: Kelompok Militan Serang Rumah Sakit Bersalin di Kabul, 24 Orang Tewas Termasuk Bayi

Lebih lanjut, konflik Yaman meletus pada akhir 2014 lalu, ketika kelompok Houthi berpihak pada Iran.

Mereka menyapu sebagian besar wilayah utara dan merebut Ibu Kota Sanaa.

Kemudian memaksa pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi ke pengasingan.

Sebagai catatan, pekerja medis dan jurnalis kesulitan menggapai daerah yang dikuasai Houthi karena akses yang terbatas.

Maka dari itu, rincian mengenai serangan sulit untuk dikonfirmasi.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas