Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Taliban Ancam Akhiri Perdamaian Jika Pemerintah Khianati Perjanjian 

Jelang pertukaran tawanan perang, Taliban mengancam bakal membatalkan perjanjian jika anggotanya diserang dan dibunuh oleh pasukan…

Ancaman tersebut dilayangkan menjelang pembebasan sebanyak 400 kombatan Taliban yang ditahan di penjara pemerintah.

Jurubicara Taliban Shueil Shaheen dalam pernyataannya, merujuk pada 11 insiden dalam beberapa bulan terakhir, ketika sejumlah tokoh Taliban yang baru dibebaskan lantas dibunuh, dianiaya atau ditangkap kembali oleh aparat keamanan.

Pemerintah di Kabul membantah aparat menyerang anggota Taliban, jika tidak ada alasan jelas.

Di sepanjang akhir pekan lalu, dewan tradisional Loya Jirga menyepakati pembebasan 400 tawanan Taliban dan sekaligus membuka jalan bagi putaran baru perundingan damai. Namun hingga Selasa (11/8), tahanan tersebut belum juga dibebaskan.

Kedua pihak sebenarnya diharapkan baru bakal kembali bertemu di Qatar dalam beberapa pekan ke depan. Tapi Taliban mengatakan putaran baru perundingan akan bisa dimulai hanya sepekan setelah pembebasan tahanan.

Fase kritis perundingan damai

Suhail mengklaim pemimpin Taliban sudah memerintahkan anggotanya “untuk tinggal di rumah bersama keluarga masing-masing.” Tapi serangan oleh pemerintah “akan mengusir mereka dari rumah,” dan berpotensi kembali mengangkat senjata.

“Insiden seperti itu sudah pernah terjadi. Mereka ditangkap kembali atau juga dibunuh,” katanya.

Kedua pihak sama-sama membebaskan tahanan sesuai perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat, 29 Februari silam. Pemerintah di Kabul sudah mengampuni semua 5.000 tahanan Taliban, kecuali 400 narapidana yang seharusnya baru akan dibebaskan.

Sebaliknya Taliban sudah membebaskan 1.000 tahanan yang kebanyakan merupakan serdadu atau pegawai sipil pemerintah.

Shaheen mengaku Taliban akan siap “berunding dalam sepekan,” bergantung pada kesediaan pemerintah di Kabul.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas