India Tuduh China Menculik Lima Warganya di Perbatasan
Angkatan Darat India mengatakan mereka mempertanyakan keberadaan lima warga sipil New Delhi yang diduga hilang di perbatasan timur.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Angkatan Darat India mengatakan mereka mempertanyakan keberadaan lima warga sipil New Delhi yang diduga hilang di perbatasan timur.
Sebelumnya, hubungan antara dua negara bersenjata nuklir itu mencapai titik didih sejak bentrokan di perbatasan Himalaya barat pada Juni 2020.
Akibat bentrokan lebih dari dua bulan lalu, 20 tentara India dilaporkan meninggal dunia.
Sejak itu, India-China meningkatkan pemantauan perbatasan mereka sejauh 3.488 kilometer.
Mengutip Al Jazeera, lima warga sipil yang dilaporkan hilang itu berasal dari negara bagian Arunachai Pradesh, India.
Baca: Perjalanan India Perangi Covid-19: Bertambah Sejuta Hanya 13 Hari hingga Duduki Peringkat 2 di Dunia
Baca: China Tuduh Tentara India Lewati Perbatasan, Lepaskan Tembakan Peringatan hingga Ancam Tentara China
Arunachai Pradesh merupakan daerah strategis dan penting yang juga diklaim oleh China.
Untuk diketahui, Tiongkok menyebut Arunachai Pradesh sebagai Tibet selatan.
Menyoal hilangnya lima warga sipil, Letnan Kolonel Harsh Wardhan Pande, Juru bicara kementerian pertahanan India, kepada kantor berita Reuters, mengatakan Angkatan Darat India mengatakan telah melaporkannya kepada Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada Sabtu (5/9/2020).
"Kami melaporkan melalui hotline dan memberi tahu mereka bahwa dicurigai, beberapa orang telah menyeberang ke sisi Anda (China) dan kami akan berterima kasih jika Anda dapat menyerahkan mereka kembali, seperti yang biasanya kami lakukan," katanya.
"Tidak ada jalur khusus untuk melewati hutan atau pegunungan, jadi mereka terus bergerak ke sana ke mari. Mungkin mereka pergi ke sana, itu sangat wajar," tambahnya.
Baca: Dokter di India Kelelahan Berjuang Melawan Lonjakan Kasus Covid-19
Baca: Mulai Hari Ini, Malaysia Larang WNI Juga Warga India dan Filipina Masuk Negaranya
Lebih lanjut, Letnan Kolonel Harsh mengatakan pihak India belum mendapat kabar dari China.
Sementara itu, PLA tidak menanggapi permintaan komentar dari berbagai organisasi berita.
Polisi di negara bagian India timur laut mengatakan kepada media lokal bahwa mereka sedang menyelidiki klaim yang dibagikan lewat Facebook oleh kerabat yang diklaim dari salah satu pria bahwa PLA telah menculik mereka.
The Arunachal Times melaporkan pada Sabtu, mereka masih melakukan pencarian terhadap warga sipil yang diduga diculik tersebut.
Tetapi, informasi kapan kemungkinan mereka hilang belum jelas.
Baca: India-China Memanas, Beijing Dikabarkan Lakukan Gerakan Militer di Perbatasan
Ketegangan di Perbatasan India-China Berjalan Puluhan Tahun
Insiden yang diduga terjadi di tengah pembicaraan antara Menteri Pertahanan India Rajnath Singh dan perwakilan dari China Jenderal Wei Fenghe di sela-sela pertemuan internasional di Moskow.
Singh mengatakan mereka telah melakukan diskusi "terus terang" pada Jumat malam (4/9/2020) mengenai sengketa perbatasan Himalaya dan hubungan yang tegang antara dua negara terpadat di dunia itu.
Keduanya lantas merilis pernyataan yang menuduh satu sama lain mengobarkan pertikaian.
India dan Tiongkok berperang pada tahun 1962 di Arunachal Pradesh, dengan pasukan Tiongkok untuk sementara waktu merebut sebagian wilayah Himalaya.
Baca: Konflik India-China Memanas, Rusia dan AS ‘Berlomba’ Jual Senjata ke India
Secara terpisah, seorang anggota Tibet dari unit pasukan khusus India yang tewas beberapa hari lalu dalam ledakan ranjau di dekat lokasi gejolak perbatasan dengan pasukan China dikremasi pada hari Senin.
Kematiannya telah memberikan gambaran yang langka tentang Pasukan Perbatasan Khusus (SFF) - sekelompok elit, pejuang dataran tinggi yang sebagian besar berasal dari pengungsi Tibet yang tinggal di India.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)