Tribun

8 Fakta soal Vanuatu, Negara Kecil yang Setiap Tahun Usik RI soal Papua di PBB

Azis mengaku heran dengan sikap Vanuatu yang kerap melontarkan persoalan Papua sejak 2016 hingga kini di forum Sidang Umum PBB.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in 8 Fakta soal Vanuatu, Negara Kecil yang Setiap Tahun Usik RI soal Papua di PBB
ist
Republik Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. 

Terletak di Pulau Tanna, Yasur adalah gunung aktif yang paling mudah diakses di dunia.

Tidak ada kunjungan ke Vanuatu yang lengkap tanpa mencoba menjelajahi daya tarik alam yang luar biasa ini.

Meski masih berstatus aktif, keindahan gunung ini siap membius mata.

7. Warganya Pernah akan Dipindahkan ke Pulau Gunung Berapi

Dilansir dari Kompas.com, 2018 toritas negara kepulauan, Vanuatu, telah memerintahkan seluruh warganya yang tinggal di sebuah pulau gunung berapi untuk pindah ke pulau lain.

Pemerintah berencana mengevakuasi seluruh warga dari Pulau Amabe di utara, tempat di mana terdapat gunung berapi Manaro yang masih aktif itu, menuju ke pulau lain yang berada di dekatnya.

Sebanyak 11.000 warga Pulau Ambae telah mengungsi ke pulau lain pada September 2017 lalu, setelah Gunung Manaro yang masih aktif meletus.

Warga pun belum lama kembali ke kampung halaman mereka di Ambae usai bencana tersebut.

Namun pemerintah kemudian mempertimbangkan untuk memindahkan selamanya para warga dari Pulau Ambae yang selalu dalam ancaman gunung berapi itu ke pulau lain.

8. Doyan Usik Papua

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menilai, pernyataan Perdana Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman yang menuding Indonesia telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia ( HAM) Papua terkesan tidak menghormati kedaulatan Republik Indonesia.

Ia menyebut, apa yang disampaikan Loughman sebagai sesuatu yang tidak pantas serta tidak etis.

"Dengan terulangnya perilaku Vanuatu, PM Vanuatu perlu memahami geografi, geopolitik, dan geostrategi Indonesia sebagaimana diatur dalam norma dan hukum hubungan internasional," kata Azis dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2020).

Ia menegaskan, Papua adalah bagian penting dari Republik Indonesia. Hal itu juga telah ditegaskan di dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 2504 (XXIV).

Baca: Sidang Umum PBB, PM Jepang Yoshihide Suga Luncurkan Ide Pembentukan Pusat Hak Paten Dunia

Fakta itu, menurut Azis, perlu dihormati Vanuatu maupun kelompok lain yang terus berupaya memprovokasi keutuhan NKRI

"Mungkin PM Vanuatu perlu belajar ilmu hubungan internasional sehingga memahami norma dan hukum secara benar," ucapnya.

Azis mengaku heran dengan sikap Vanuatu yang kerap melontarkan persoalan Papua sejak 2016 hingga kini di forum Sidang Umum PBB.

Ia khawatir, isu yang selama ini disampaikan Vanuatu justru hanya sebuah pesanan atau tidak berdasar.

Sumber: Tribun Timur/Tribun Style/Kompas.com

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas