Singapura Sampaikan Belasungkawa kepada Sultan Brunei atas Meninggalnya Pangeran Abdul Azim
Singapura menyampaikan belasungkawa kepada Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Sabtu (24/10/2020) atas meninggalnya Pangeran Abudul Azim pada usia 38.
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Para pemimpin Singapura menyampaikan belasungkawa kepada Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Sabtu (24/10/2020) atas meninggalnya Pangeran Abudul Azim pada usia 38 tahun.
"Dengan duka yang mendalam, turut berbelasungkawa atas meninggalnya putra tercinta Anda," kata Presiden Halimah Kata Yacob kepada sang Sultan, dikutip Tribunnews dari Channel News Asia.
"Dia akan dikenang karena kecintaanya pada seni, kebaikan yang selalu dibutuhkan dan akan dirindunkan masyarakat Brunei Darussalam," tambah Yacob.
Atas nama rakyat Singapura, saya menyampaikan simpati saya yagn mendalam kepada Yang Mulia atas kehilangannya," tutur Yacob.
Baca juga: POPULER INTERNASIONAL: Sepak Terjang Khabib Nurmagomedov | Profil Pangeran Brunei yang Meninggal
Baca juga: Penyebab Kematian Tak Disebutkan, Pangeran Brunei Meninggal dan Wanita Diharuskan Pakai Busana Putih
Sementara itu, Perdana Menteri Lee Hsein Loong menyebut, Pangeran Azim dikenal karena "semangatnya yang baik dan murah hati".
Pangeran Azim, jelas PM Lee Hsien, juga dikenal karena dedikasinya pada gerakan amal dan pendidikan.
"Merupakan kehormatan bagi Singapura mendapat kesempatan menjamu dia di sekolah kami untuk pendidikan dasar dan menengah," ungkap PM Lee.
"Saya mengingat interaksi saya dengannya selama bertahun-tahun, sebagai orang dengan karakter hebat. Dia akan sangat dirindukan," tambahnya.
Baca juga: Pangeran Brunei Meninggal Dunia, Masa Berkabung 7 Hari, Para Wanita Diharuskan Pakai Busana Putih
Baca juga: Profil Abdul Azim, Pangeran Brunei yang Meninggal Pagi Tadi, Sosoknya Kontroversial
Untuk diketahui, Pangeran Azim merupakan alumni dari Raffles Institution, Singapura.
Raffles Institution merupakan sekolah tertua di Singapura yang didirikan pada 1823.
Lebih lanjut, ucapan belasungkawa juga mengalir dari Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan.
Vivian mengatakan dia sangat sedih dengan kabar duka tersebut dan menyampaikan
Almarhum pangeran adalah mantan murid di Raffles Institution.
Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan mengatakan dia "sangat sedih" dengan berita tersebut dan menyampaikan rasa duka yang tulus.