Pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Jepang Sepakati Kemungkinan Kerja Sama Trilateral
Kunjungan PM Jepang menyampaikan arti penting Indonesia bagi Jepang terutama terkait posisi Indonesia sebagai leader di Asia Tenggara.
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kunjungan Perdana Menteri Jepang yang baru ke Indonesia, yakni Yoshihide Suga dilakukan sebulan setelah pelantikannya pada tanggal 16 September 2020.
Direktur Asia Timur dan Pasifik, Santo Darmosumarto mengatakan dalam kunjungannya PM Jepang menyampaikan arti penting Indonesia bagi Jepang terutama terkait posisi Indonesia sebagai leader di Asia Tenggara.
Sejumlah kesepakatan pun disepakati kepala negara kedua negara, salah satunya terkait kerja sama antara Indonesia, Jepang dan negara ketiga yang tidak disebutkan Santo dalam paparannya.
"Kemungkinan dikembangkannya kerja sama Trilateral antara Indonesia, Jepang dan negara ketiga," ujarnya dalam Re-Orient Webinar Series Kemlu episode 2, Selasa (27/10/2020).
Baca juga: Semua Media Besar Jepang Beritakan Kunjungan PM Jepang ke Indonesia
Kerja sama ini dilakukan dalam konteks penguatan kerja sama untuk menangani isu multilateral, selain mensinergikan AOIP dan FOIP dan stabilitas kawasan.
Santo mengatakan kunjungan PM Jepang ke Indonesia secara simbolis menyatakan bahwa kedua pemimpin menekankan pentingnya kerja sama di masa pandemi Covid-19.
Termasuk dengan didiskusikannya persetujuan untuk melakukan fasilitasi bagi perjalanan esensial antar kedua negara tanpa karantina yang masih dalam pembentukan dan kordinasi antara kedua negara.
"Indonesia dan Jepang melihat bahwa kita harus melakukan kerja sama dan bermitra. Jadi mengembangkan kemitraan, itulah yang diupayakan kedua pimpinan," katanya
Meskipun demikian, kerja sama tersebut tanpa mengesampingkan protokol kesehatan secara ketat yang ditetapkan kedua negara untuk melindungi masyarakatnya.
Dengan dipilihnya Indonesia sebagai salah satu negara yang dikunjungi PM Jepang dalam lawatan pertamanya keluar negeri, menunjukkan pentingnya Indonesia bagi Jepang.
"PM Suga dapat memilih kemanapun dia akan pergi, tapi dia memilih Indonesia. Itu menunjukkan Indonesia penting Dimata Jepang, sebagaimana Jepang penting dimata Indonesia," ujarnya.
Santo mengatakan kunjungan dilakukan selama dua hari pada tanggal 20-21 Oktober 2020 lalu.
Kunjungan dilakukan dengan sangat minimalis dikarenakan pandemi Covid-19, serta untuk memastikan kenyamanan delegasi Jepang.
"Biasanya dalam pertemuan bilateral dilakukan 10-12 orang (masing-masing negara), tapi kemarin hanya 1+5 di tambah 1 interpreter," ujarnya
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.