Ledakan di Jeddah Arab Saudi: 4 Orang Terluka, Prancis Waspada
Ledakan di Jeddah, Arab Saudi, 2 orang terluka, diduga kuat lanjutan aksi teror di Prancis
Penulis:
Gigih
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
TRIBUNNEWS.COM - Bom meledak di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (11/11/2020).
Ledakan tersebut terjadi dalam upacara memperingati Perang Dunia I dimana dalam acara tersebut dihadiri sejumlah diplomat dari sejumlah negara.
Belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun dikabarkan 4 orang terluka dalam kejadian ini.
Baca juga: Aprindo: Sweeping dan Boikot Produk Prancis Tekan Pertumbuhan Ekonomi
Baca juga: Tanggapi Isu Boikot Produk Prancis, Danone Nyatakan Produknya Lahir dan Besar di Indonesia
Dikutip Tribunnews dari The Guardian dan Al Jazeera, ledakan ini terjadi di tengah upacara peringatan Perang Dunia Pertama.
Ledakan ini melukai 4 orang, diantaranya adalah warga Negara Yunani yang sedang mengikuti upacara tersebut.
Meskipun terjadi ledakan yang cukup mengejutkan, juru bicara Arab Saudi menyebut, situasi keamanan masih stabil dan terkendali.
Kedutaan Yunani, Italia, Inggris, Prancis dan Amerika Serikat, berharap bahwa pemerintah Arab Saudi melakukan penyelidikan secara transparan dan bisa menemukan pelaku teror ledakan tersebut.
"Kedutaan besar mengutuk serangan pengecut ini, yang sepenuhnya tidak bisa dibenarkan," kata Kementerian Luar Negeri Prancis.
"Mereka menyerukan kepada otoritas Saudi untuk menjelaskan sebanyak mungkin tentang serangan ini, dan untuk mengidentifikasi serta memburu para pelakunya."
Di sisi lain, ini membuat Prancis waspada, akan terjadinya teror susulan.
Hal ini tidak lepas dari ketegangan akibat karikatur yang kontroversial, sehingga mengakibatkan terbunuhnya satu orang guru di sekolah menengah.
Diyakini, ledakan ini merupakan lanjutan dari teror di Prancis.
Saat ini, Presiden Emmanuel Macron menjadi target kemarahan sebagian besar Muslim karena membela komentar dan gambar yang dianggap meremehkan Islam.
(Tribunnews.com/Gigih)