Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Loyalis Donald Trump Duduki Jabatan Penting Setelah Mark Esper Didepak dari Kursi Menteri Pertahanan

Gedung Putih menempatkan para loyalis Donald Trump pada pos-pos kunci di Pentagon, Selasa (10/11/2020).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Loyalis Donald Trump Duduki Jabatan Penting Setelah Mark Esper Didepak dari Kursi Menteri Pertahanan
MANDEL NGAN / AFP
Presiden Amerika Donald Trump. Kini pejabat Pentagon dirombak dan diisi sejumlah loyalis Donald Trump. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Menteri Pertahanannya, Gedung Putih menempatkan para loyalis Trump pada pos-pos kunci di Pentagon, Selasa (10/11/2020).

Termasuk sosok yang secara keliru menyebut mantan Presiden Barack Obama sebagai teroris.

Donald Trump mengumumkan pemecatan terhadap Menteri Pertahanan Mark Esper di Twitter, Senin (9/11/2020).

Bukan hanya Esper, sejumlah pejabat elite Pentagon juga telah dipecat dan mengundurkan diri bersamaan waktunya dengan Menhan AS.

Baca juga: Ekonom Tidak Peduli Trump atau Biden, Soroti Impor Barang China Melonjak

Esper digantikan Christopher Miller yang telah menjadi direktur Pusat Kontraterorisme Nasional.

Pentagon mengatakan Kash Patel, yang merupakan penasihat kontra-terorisme teratas di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih akan menjadi kepala Staf Miller.

Rekomendasi Untuk Anda

Patel bekerja sebagai Asinsten utama anggota DPR AS, Devin Nunes, dari Partai Republik pro-Trump.

Nunes menjabat Komite Intelijen DPR AS.

Baca juga: Detik-detik Setelah Donald Trump Kalah di Pilpres AS, Kesaksian Reporter BBC di Gedung Putih

Saat bekerja untuk Nunes, Patel membantu menghasilkan memo yang menuduh FBI dan Departemen Kehakiman bias terhadap Donald Trump.

Setelah kepergian Esper, penasihat top kebijakan Pentagon mengundurkan diri, memungkinkan jabatan itu diisi Anthony Tata, seorang pensiunan Brigadir Jenderal Angkatan Darat yang telah menyebut Obama sebagai "pemimpin teroris."

Perombakan di Pentagon ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan Partai Demokrat tentang apakah kebijakan keamanan nasional AS mungkin akan menjadi tidak stabil, ketika Trump dari Partai Republik mengakhiri jabatannya Januari 2021.

Baca juga: Menteri Pertahanan AS Mark Esper Dicopot Trump

Hal ini juga berpotensi mempermudah Trump untuk mengeksekusi kebijakan yang ditentang Esper sebelumnya, seperti mengerahkan pasukan militer aktif untuk meredam aksi unjuk rasa di Amerika Serikat.

“Langkah Trump ini mengirim pesan berbahaya kepada musuh-musuh Amerika dan meredupkan harapan untuk transisi yang mulus ketika Presiden terpilih Joe Biden bersiap untuk menjabat,” kata anggota DPR dari Partai Demokrat, Adam Smith, yang memimpin Komite Layanan Bersenjata DPR.

Anggota DPR dari Demokrat Elissa Slotkin, yang menjabat sebagai pejabat senior Pentagon di pemerintahan Obama, menyerukan Miller untuk menempatkan kepentingan keamanan nasional di atas kesetiaan kepada Trump.

Dia mengatakan: "Negara dan militer yang telah mededikasikan hidupnya mengandalkannya untuk melakukan hal yang benar." (Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas