Tribun

Kampanye GoToEat Jepang Hampir Ditutup Dengan Anggaran 61,6 Miliar Yen

Kampanye pemerintah Jepang "Go To Eat" yang merangsang permintaan untuk makan di luar dan mendukung restoran, sudah hampir ditutup pendaftarannya.

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kampanye GoToEat Jepang Hampir Ditutup Dengan Anggaran 61,6 Miliar Yen
Richard Susilo
Poster kampanye GoToEat Japan 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kampanye pemerintah Jepang "Go To Eat" yang merangsang permintaan untuk makan di luar dan mendukung restoran, sudah hampir ditutup pendaftarannya.

"Anggaran 61,6 miliar yen dialokasikan untuk proyek ini, yang dimulai pada tanggal 1 Oktober 2020, tetapi pada tanggal 11 November 2020  ternyata  lebih dari sebulan kemudian, lebih dari 50 juta orang telah membuat reservasi," ungkap sumber Trivbunnews.com Jumat ini (13/11/2020).

Dari jumlah poin yang diberikan adalah 40 miliar yen.   Reservasi yang sudah diterima berlaku dan poin bisa digunakan hingga akhir Maret tahun depan.

Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengharapkan dengan kampanye itu dapat mencapai jumlah anggaran untuk bisnis yang dapat menerima poin saat makan melalui situs reservasi.

"Kami mengumumkan bahwa kami dalam waktu dekat tidak dapat membuat reservasi baru yang akan memberi Anda poin dalam waktu dekat," tambahnya.

Oleh karena itu menjelang habisnya anggaran 61 miliar yen tersebut, pendaftaran untuk ikut kampanye GoToEat dalam waktu dekat akan ditutup, tekannya lagi.

Sedangkan yang sudah mendaftar tetapi belum menggunakan poin nya dapat memakainya sampai dengan Maret tahun depan.

Sementara itu telah terbit buku baru yang sangat menarik, "Rahasia Ninja di Jepang" mengenai berbagai hal rahasia terkait "mata-mata" ninja yang beroperasi di Jepang sejak ratusan lalu lalu, informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas