Tribun

Program GoToEat di Jepang, Makan di Luar Maksimal 4 Orang

Pemerintah Jepang menetapkan program GoToEat atau makan di luar hanya boleh dilakukan dengan maksimal empat orang.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Program GoToEat di Jepang, Makan di Luar Maksimal 4 Orang
Foto Partai Liberal Demokratik (LDP)
Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang menetapkan program GoToEat atau makan di luar hanya boleh dilakukan dengan maksimal empat orang. Jika lebih dari 4 orang, maka bisa dibatasi akrilik atau pembatas antar kelompok.

Keputusan ini diambil setelah PM Jepang Yoshihide Suga mengadakan peremuan dengan tim penanggulangan Covid-19, Senin (16/11/2020).

"Saat membuat permintaan efektif untuk mempersingkat jam kerja di area/industri terbatas dan pemerintah akan membayar biaya kerja sama, menggunakan kerangka 50 miliar yen anggaran baru untuk area lokal. Kami akan memberikan dukungan tambahan dengan mendistribusikan hibah tambahan," ungkap PM Jepang Yoshihide Suga.

Mengenai GoTo Eat, Perdana Menteri Suga mengatakan "Di daerah di mana infeksi menyebar, ketika makan dan minum dalam unit dengan jumlah orang tertentu atau lebih, misalnya, 5 orang atau lebih, maka tidak memenuhi syarat untuk tiket dan poin makanan GoTo Eat. Kami akan meminta setiap gubernur prefektur untuk mempertimbangkan langkah-langkah tertentu, termasuk penanganan makanan bagi keluarga."

Baca juga: Mengintip Wanita di dalam Kereta Api, Oknum Polisi Jepang Diamankan

Pembatasan penggunaan tiket dan poin makan akan dibatasi untuk maksimal 4 orang para program GoToEat.

Pemerintah menegaskan bahwa Gubernur Yoshimura dari Prefektur Osaka telah meminta "GoTo eat hingga 4 orang" dan juga dari menteri yang bertanggung jawab atas revitalisasi ekonomi Yasutoshi Nishimura.

Pemerintah ingin memberlakukan pembatasan tersebut mulai tanggal 21 November 2020, yang merupakan hari pertama dari tiga hari libur berturut-turut.

"Kami menganalisis klaster mulai Juli dan seterusnya, tetapi hanya yang diketahui dan yang jumlahnya diketahui, dan ternyata lebih dari 44 kasus adalah sekitar dua pertiga atau hampir 70 persen karena berasal kelompok makan 5 orang atau lebih.

Baca juga: PT SDI Properties Indonesia Dapat Pinjaman Rp 337,5 Miliar dari Bank Jepang

Tiket makanan premium akan dijual mulai tanggal 20 November di Tokyo.

Karena tiba-tiba membatasi jumlah orang untuk makan pada program GoToEat, penduduk kota Tokyo beragam komentarnya.

Ada yang setuju khususnya kalangan usia lanjut dan yang menentang umumnya kalangan muda yang biasanya makan beramai-ramai.

Di sisi lain, pengelola restoran yang sedang menunggu GoTo Eat mengatakan, "Saya khawatir jika saya membatasi jumlah orang menjadi 4 orang maka jumlah reservasi akan berkurang. Jika saya melakukan reservasi dengan 6 orang (GoTo Eat) Saya tidak dapat melakukannya karena saya memiliki perasaan yang kuat untuk menolak menggunakannya."

Baca juga: Risiko Bahaya Covid-19 di Kota Sapporo Perfektur Hokkaido Jepang Dinaikkan Jadi Level Siaga 4

Pemerintah mengatakan meskipun membuat reservasi untuk rombongan 5 orang atau lebih, dimungkinkan jika toko tersebut disekat dengan partisi akrilik sehingga jumlah kursi 4 orang atau kurang per satu kelompok.

Sementara itu telah terbit buku baru yang sangat menarik, "Rahasia Ninja di Jepang" mengenai berbagai hal rahasia terkait "mata-mata" ninja yang beroperasi di Jepang sejak ratusan lalu lalu, informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas