Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Qatar Kecam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani menuduh Israel menyuruh 'tentara bayaran' untuk membunuh ilmuwan handalnya.

Qatar Kecam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran
KHAMENEI.IR / AFP
Foto yang disediakan oleh situs web resmi Pemimpin Tertinggi Iran pada 27 November 2020, menunjukkan ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh pada 23 Januari 2019. Iran mengatakan Mohsen Fakhrizadeh, salah satu ilmuwan nuklir paling terkemuka, tewas dalam serangan terhadap mobilnya di luar Teheran yang dituduh musuh bebuyutan Israel berada di belakang dan bersumpah akan membalasnya. 

Selama sambungan telepon tersebut, kedua menteri itu meninjau hubungan kerja sama bilateral dan permasalahan yang menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menuduh Israel menyuruh 'tentara bayaran' untuk membunuh ilmuwan handalnya.

Israel pun menolak untuk menanggapi peristiwa tersebut.

Pembunuhan terhadap Fakhrizadeh ini terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dijadwalkan meninggalkan jabatannya dalam waktu kurang dari dua bulan ke depan, setelah kalah dalam Pemilu AS 2020 dari pesaingnya, Joe Biden.

Trump selama ini sangat didukung oleh Israel dalam kampanye 'tekanan maksimum' yang ia lakukan di Iran.

Pada Mei 2018, Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan sejumlah negara yang memiliki kekuatan di dunia.

Bahkan ia memberlakukan sanksi ekonomi yang tegas terhadap Iran dan ketegangan pun terus meningkat sejak saat itu.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas