Susunan Kabinet Joe Biden: 9 Orang Diumumkan Sejauh Ini, Terbaru Ada Neera Tanden dan Janet Yellen
Presiden terpilih Joe Biden telah mengumumkan beberapa nama untuk kabinetnya, tetapi nantinya masih perlu persetujuan dari senat
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Anggota kabinet Amerika Serikat dalam pemerintahan Joe Biden akan mulai bertugas setelah presiden terpilih dilantik dan setelah mendapat konfirmasi dari senat.
Presiden terpilih Joe Biden telah mengumumkan beberapa nama untuk kabinetnya.
Semua anggota kabinet Amerika Serikat memerlukan persetujuan Senat Amerika Serikat setelah pengangkatan oleh presiden sebelum menjabat.
Namun, beberapa posisi setingkat kabinet yang tidak memegang posisi konstitusional, sebagian besar tidak memerlukan konfirmasi senat untuk pengangkatan.
Baca juga: Sususan Kabinet Joe Biden, Neera Tanden Wanita India-Amerika Ditunjuk sebagai Tim Ekonomi
Baca juga: Joe Biden Alami Retak Tulang Tipis pada Kaki setelah Terjatuh saat Bermain dengan Anjingnya
Jabatan tersebut yaitu Kepala Staf Gedung Putih, Penasihat Keamanan Nasional, dan Sekretaris Pers Gedung Putih.
Berikut ini nama-nama yang telah ditetapkan sebagai anggota Kabinet yang diangkat oleh Presiden terpilih Amerika Serikat, seperti yang dirangkum dari Buildbackbetter, Politico, dan The Hill:
ANGGOTA KABINET
1. Secretary of State (Mentari Luar Negeri): Antony Blinken
Diumumkan pada: 23 November 2020
Antony Blinken adalah orang kepercayaan lama Biden yang menjabat sebagai No 2 di Departemen Luar Negeri.
Ia juga pernah menjadi wakil penasihat keamanan nasional dalam pemerintahan Presiden Barack Obama.
Kini ia ditunjuk sebagai sekretaris negara/menteri luar negeri pilihan Biden.
2. Secretary of Homeland Security (Menteri Keamanan Dalam Negeri): Alejandro Mayorkas
Diumumkan pada: 23 November 2020
Alejandro Mayorkas adalah seorang pengacara kelahiran Kuba.
Ia akan menjadi orang Latin pertama dan imigran pertama yang memimpin departemen jika dikukuhkan sebagai sekretaris keamanan dalam negeri.
Sebagai kepala Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi di bawah Obama, Mayorkas memimpin implementasi program Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) yang disebut "Dreamers" yang dibawa ke Amerika Serikat secara ilegal saat masih anak-anak.
DACA menuai kritik Partai Republik dan dapat menyebabkan oposisi Partai Republik melawan Mayorkas di Senat.
3. Secretary of the Treasury (Menteri Keuangan): Janet Yellen
Diumumkan pada: 30 November 2020
Mantan ketua Fed, 74, adalah pilihan Biden, menurut dua sekutu Demokrat.
Janet Yellen memperdalam fokus bank sentral pada pekerja dan ketidaksetaraan.
Ia tetap aktif dalam debat kebijakan di lembaga Brookings Institution setelah Presiden Republik Donald Trump menggantikannya sebagai kepala bank sentral pada 2018.
PEJABAT SETINGKAT KABINET
4. White House Chief of Staff (Kepala Staf Gedung Putih): Ron Klain
Diumumkan pada: 12 November 2020
Mulai menjabat pada: 20 Januari 2021
Ron Klain menjadi penasihat lama Biden dengan pengalaman dalam menanggapi pandemi Ebola.
Ia dipilih untuk peran kepala staf yang menetapkan agenda presiden.
5. National Security Advisor (Penasihat Keamanan Nasional): Jake Sullivan
Diumumkan pada: 12 November 2020
Mulai menjabat pada 20 Januari 2021
Jake Sullivan juga menjabat sebagai penasihat keamanan nasional saat Biden masih menjadi wakil Obama.
Sullivan juga menjabat sebagai wakil kepala staf Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.
6. Director of National Intelligence (Direktur Intelijen Nasional): Avril Haines
Diumumkan pada: 23 November 2020
Avril Haines adalah calon direktur intelijen nasional Biden.
Ia pernah menjadi wakil penasihat keamanan nasional di bawah Obama.
Ia juga sebelumnya wanita pertama yang menjabat sebagai wakil direktur CIA.
Haines memegang beberapa jabatan di Universitas Columbia setelah meninggalkan pemerintahan Obama pada 2017.
7. United States Ambassador to the United Nations (Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa): Linda Thomas-Greenfield
Diumumkan pada: 23 November 2020
Calon Biden untuk menjadi duta besar AS berikutnya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah Linda Thomas-Greenfield.
Linda akan mengambil pekerjaan yang direncanakan Biden untuk dikembalikan ke tingkat Kabinet.
Dia adalah seorang wanita kulit hitam yang menjabat sebagai diplomat tertinggi Obama di Afrika dari 2013 hingga 2017.
Ia pernah memimpin kebijakan AS di sub-Sahara Afrika selama wabah Ebola Afrika Barat.
8. U.S. Special Presidential Envoy for Climate (Utusan Khusus Presiden Urusan Iklim): John Kerry
Diumumkan pada: 23 November 2020
Mulai menjabat pada: 20 Januari 2021
Mantan Senator dan Sekretaris Negara AS Kerry akan bertindak sebagai "tsar iklim" di Pemerintahan Biden.
Kerry membantu merundingkan kesepakatan iklim Paris yang ingin digabungkan kembali oleh Biden.
9. Director of the Office of Management and Budget atau OMB (Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Amerika Serikat): Neera Tanden
Diumumkan pada: 30 November 2020
Neera Tanden saat ini menjabat sebagai Presiden & CEO Center for American Progress, sebuah organisasi yang berdedikasi untuk memajukan kebijakan yang meningkatkan peluang bagi setiap orang Amerika.
Karirnya berfokus pada mengejar kebijakan yang dirancang untuk mendukung keluarga yang bekerja, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis luas, dan mengekang ketidaksetaraan yang merajalela.
Tanden akan menjadi wanita kulit berwarna pertama dan orang Amerika Asia Selatan pertama yang memimpin OMB.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.