Media Jepang Menutup Tahun 2020 dengan Artikel Seputar Rendang Indonesia
Sebuah media terkenal di Jepang menampilkan tulisan mengenai makanan Indonesia 'Rendang', tahun 2016 lalu terpilih sebagai makanan terenak di dunia.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah media terkenal di Jepang, ASCII menampilkan tulisan mengenai makanan Indonesia 'Rendang' yang tahun 2016 lalu terpilih oleh CNN sebagai makanan terenak di dunia.
"Saya membelinya di sebuah restoran Asia di Jepang dengan harganya sekitar 700 yen. Memang cukup mahal sebagai retort food, tapi melihat dari daftar bahannya, hanya daging sapi dengan sayuran dan bumbu dengan ekstrak yang diekstrak dari makanan, nikmat untuk disantap," tulis Kaizuka, wartawan ASCII yang dimuat tulisannya pada Rabu (30/12/2020).
Makanan Rendang menurutnya adalah spesifikasi yang tidak menggunakan bumbu atau tepung kimiawi, jadi lebih seperti makanan retort, yang bisa didapatkan di toko.
Retort food adalah makanan kemasan yang terbuat dari konsentrat dikemas plastik fleksibel dan foil logam.
"Pernahkah Anda mendengar tentang hidangan yang disebut Rendang? Merupaka hidangan lokal yang disukai di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan sebagainya," tambahnya.
Baca juga: Tips Pasti jadi Bikin Rendang Pakai Rice Cooker! Hemat Gas tapi Bisa Empuk Banget Dagingnya
Hidangan daging di mana daging sapi, rempah-rempah, santan, dan lainnya direbus untuk waktu yang lama.
"Terlihat seperti kari atau sup daging sapi, dan pada tahun 2016, menduduki peringkat pertama dalam "50 makanan terbaik dunia" oleh US CNN. Pemeringkatan ini diumumkan setiap tahun, tetapi juga disebut dengan slogan "makanan paling enak di dunia" dari sejarah kemenangan tersebut," ujarnya.
Itulah sebabnya sang penulis mencobanya.
"Kali ini, saya membeli makanan retort yang disebut "Beef Rendang, diawasi oleh Ellen," ujarnya.
Marai Fumitsu Gastronomy adalah sebuah restoran Malaysia di Ogikubo, Tokyo dan Ellen adalah pemilik dan koki dari Gastronomi Marai Fumitsu.
Sang wartawan langsung mencobanya, bumbunya kuat dan rasanya seperti hidangan etnik.
Balok daging sapi yang, rasanya terserap dengan baik.
"Disajikan seperti kari. Tampaknya disajikan secara lokal sebagai hidangan tunggal atau dikombinasikan dengan nasi Thailand. Ini memiliki rasa yang cocok dengan nasi Japonica," tambahnya.
Bagian yang mirip sup ternyata sangat lembut dan memiliki viskositas rendah.
"Daging bisa dianggap sebagai tubuh utama. Secara visual mirip dengan kari, tetapi rasanya berbeda dengan kari. Tampaknya rempah-rempah seperti Galanger, Bintang Anis (segi delapan), dan jeruk nipis, yang jarang terlihat sebagai bahan dalam kari India," ujar dia.
Secara lokal, diperlakukan seperti suguhan makan di setiap perayaan.
Baca juga: Mengenal Budaya Mengembalikan Barang Hilang di Jepang, Sudah Diajarkan Sejak Kecil
"Pastinya, jika menggunakan bumbu yang begitu banyak, akan sulit untuk mengumpulkan bahan-bahannya, dan Anda bisa berharap menghabiskan banyak uang. Butuh waktu dan tenaga untuk memasak," ujar dia.
Kesimpulannya, jika terbiasa dengan kari India dan makanan Thailand, kita bisa menikmatinya dengan cara yang sama, tetapi bagaimana jika tidak pandai memasak yang sangat terasa bumbunya itu?
"Saya pikir beberapa orang mungkin tidak pandai dalam hal itu. Secara pribadi, saya sangat menyukai aroma dari berbagai jenis rempah-rempah, dan kali ini saya ingin pergi ke toko dan menyantapnya."
Seorang mantan menteri perdagangan kepada Tribunnews.com beberapa waktu lalu juga pernah menyantap rendang di Tokyo dan pemiliknya mengembangkan banyak restoran Indonesia di Jepang.
"Mengapa orang Jepang bisa buka 600 restoran Jepang di Indonesia dan orang Indonesia tak bisa buka banyak restoran Indonesia di Jepang?" tanya sang mantan menteri kepada Tribunnews.com.
Setelah dijelaskan impor bahan mentah Indonesia cukup mahal kalau masuk Jepang dan sulit menjualnya dengan harga mahal di Jepang, akhirnya mantan menteri itu baru menyadari adanya hambatan tersebut.
Jumlah restoran Indonesia di Jepang kurang dari 50 toko yang ada di Jepang saat ini.
Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com