Malaysia Perluas Wilayah ‘Lockdown’
Hanya negara bagian bagian timur Sarawak yang tidak akan melihat penguncian penuh, meskipun beberapa pembatasan diberlakukan.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia pada hari Selasa mengatakan akan memperpanjang pembatasan penguncian (lockdown) di sebagian besar negara karena bergulat dengan peningkatan infeksi virus corona.
Melansir Reuters pada Selasa (26/1/2021), pekan lalu ibu kota Kuala Lumpur dan enam negara bagian di-lockdown selama dua minggu.
Baca juga: Malaysia Siap Tutup Sektor Ekonomi Utama Jika Gagal Atasi Pandemi, Ini Rinciannya
Sektor penting termasuk manufaktur, perkebunan dan konstruksi diizinkan untuk tetap buka, tetapi larangan perjalanan nasional diterapkan.
Menteri Keamanan Ismail Sabri Yaakob pada Selasa mengatakan, penutupan juga akan diberlakukan di enam negara bagian lain mulai Jumat selama dua minggu.
Hanya negara bagian bagian timur Sarawak yang tidak akan melihat penguncian penuh, meskipun beberapa pembatasan diberlakukan.
Baca juga: Bawa Wanita ke Kontrakan, Seorang TKI di Malaysia Tewas di Tangan Teman Sendiri
Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin mengatakan tindakan penguncian diperlukan karena sistem perawatan kesehatan berada pada titik puncak.
Negara itu juga berada di bawah pemerintahan darurat, yang diberlakukan untuk menangani pandemi.
Namun, oposisi politik dari PM Muhyiddin mengatakan itu adalah langkah Muhyiddin untuk mempertahankan kekuasaan di tengah tantangan kepemimpinan.
Hingga hari ini jumlah total infeksi virus corona di Malaysia telah mencapai 165.371, termasuk 619 kematian.
Baca tanpa iklan