Tribun

Militer Myanmar Ambil Alih Kekuasaan Setelah Aung San Suu Kyi Ditangkap, KBRI: WNI di Myanmar Aman

KBRI Yangon memastikan kondisi WNI di Myanmar aman dan sehat. KBRI juga telah memberikan imbauan kepada WNI terkait kudeta militer Myanmar tersebut.

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Daryono
zoom-in Militer Myanmar Ambil Alih Kekuasaan Setelah Aung San Suu Kyi Ditangkap, KBRI: WNI di Myanmar Aman
AFP PHOTO/THET AUNG
Polisi berjaga di Naypyidaw pada Jumat (29/1/2021), jelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari usai kemenangan Aung San Suu Kyi dan partainya, National League for Democracy (NLD), di pemilu Myanmar November 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Militer Myanmar menyatakan kondisi darurat selama satu tahun, setelah Aung San Suu Kyi ditangkap pada Senin (1/2/2021) dini hari kemarin.

Dikutip dari video yang diunggah di kanal Metro TV News, Senin (1/2/2021), Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Myanmar, Iza Fadri mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Yangon, Myanmar dalam kondisi yang sehat dan aman.

Menurut Iza, keadaan di Kota Yangon masih berjalan normal dan masyarakat masih beraktivitas seperti biasa.

Sejauh ini KBRI masih belum melihat adanya dampak yang terjadi.

"Tapi menurut pengumuman resmi dari militer atau Tatmadaw, itu sudah terjadi pengambilan kekuasaan karena keadaan darurat menurut konstitusi 2008," terang Iza.

Baca juga: Kecam Kudeta Militer Myanmar, Joe Biden: AS akan Bela Demokrasi di Manapun Ia Diserang

Baca juga: Meutya Hafid Sesalkan Kudeta Militer Myanmar: Ini Kemunduran Demokrasi di Myanmar

Menurut informasi dari pihak militer Myanmar, saat ini State Counselor Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint ditahan di rumah.

Iza menambahkan, kudeta militer ini adalah upaya dari militer untuk melaksanakan konstitusi.

Sesuai konstitusi, dalam keadaan darurat militer dapat mengambil alih pemerintahan.

Setelah kekuasaan diambil alih militer, Wakil Presiden 1 dari militer, Myint Swe akan menjadi acting presiden Myanmar.

Kemudian acting Presiden akan menyerahkan kekuasaan kepada Panglima Militer untuk legislatif, yudikatif, dan eksekutifnya.

Baca juga: Kondisi Myanmar Sesaat setelah Aung San Suu Kyi Ditangkap, Sepi dan Mobil Militer Berkeliaran

Baca juga: Imbauan KBRI Yangon untuk WNI di Myanmar Setelah Aksi Kudeta Militer

Himbauan KBRI Untuk WNI di Yangon

Saat ini KBRI Yangon telah memberikan imbauan kepada WNI yang berada di Yangon.

Dikutip dari Instagram resmi KBRI Yangon @indonesiainyangon, KBRI telah menerbitkan surat imbauan keamanan untuk semua WNI yang ada di Myanmar.

Terdapat delapan imbauan yang dikeluarkan, di antaranya:

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas