Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pelanggaran Ketentuan Olimpiade Jepang Dapat Dicabut Akreditasi dan Dilarang Bertanding

Olimpiade Tokyo di Jepang kali ini sangat ketat karena ada pandemi Corona pula sehingga pelanggaran dapat berakibat pencabutan akreditasi dan larangan

Pelanggaran Ketentuan Olimpiade Jepang Dapat Dicabut Akreditasi dan Dilarang Bertanding
Foto Richard Susilo
Buku panduan bagi para atlit dan petugas (officials) selama Olimpiade dan Paralimpiade mulai 23 Juli 2021 mendatang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOOlimpiade Tokyo di Jepang kali ini sangat ketat karena ada pandemi Corona pula sehingga pelanggaran dapat berakibat pencabutan akreditasi dan larangan bertanding di kancah olahraga dunia tersebut.

"Kita minta semua atlet maupun petugas mengikuti semua prosedur ketentuan yang ada karena untuk kepentingan bersama di tengah pandemi penyakit menular Corona saat ini," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu ini (10/2/2021).

Atlet yang tiba ke Jepang harus tes PCR dulu tiga hari sebelum tiba di Jepang, lalu diperiksa lagi di bandara Jepang, lalu berpindah ke kampung atlit pakai bis khusus dan jalan sesuai jalur yang telah ditentukan panitia sebagai upaya antisipasi, seandainya ada yang terinfeksi, tidak menjalar ke kalangan umum setelah tiba di Jepang.

"Jadi jalur perjalanan pun sudah ditentukan semua setelah ke luar dari Exit bandara di Jepang, mohon agar mengikuti petunjuk panitia yang ada," tekannya lagi.

Di Perkampungan atlit pun tetap harus menjaga diri serta jaga jarak dengan orang lain.

"Diharapkan tidak ke mana-mana setelah tiba di perkampungan atlit karena masih terus dalam monitor kesehatan setelah pemeriksaan di bandara."

Kalau ketahuan positif, langsung harus karantina diri di kamar sama sekali tak boleh ke luar, dan makanan serta keperluan lain akan diperbantukan dari pihak pengelola perkembangan atau panitia setempat.

"Yang penting segera lapor ke orang yang bertanggungjawab kalau ketahuan panas atau positif Corona, harus benar-benar karantina 14 hari tak bisa ke luar," tekannya lagi.

Kalau sampai hal itu ketahuan dilanggar maka akreditasi dicabut dan dilarang bertanding di kancah Olimpiade, tambahnya lagi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Buntut Ucapan Ketua Olimpiade, Gubernur Tokyo Jepang Boikot Rapat

Buku panduan tersebut "The playbook athletes and officials" dapat dilihat di  http://jepang.com/playbook.pdf  .

Selain itu setiap 4 hari sekali meskipun setelah di tes PCR, tetap akan dites terus atlit dan staf untuk bisa memonitor ketat yang bersangkutan tetap sehat atau kemudian terdeteksi terinfeksi Corona.

"Jangan gunakan angkutan lokal atau umum, kecuali terpaksa menggunakan Shinkansen atau pesawat harus menjaga pula jarak dari orang lainnya dan berjalan terpisah dari masyarakat umum atau jalan di jalur yang telah ditentukan panitia.

Upaya menjaga dan membatasi atlit maupun petugas itu pun juga sebagai salah satu antisipasi terhadap pandemi Corona saat ini agar tidak meluas lebih lanjut nantinya.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang . Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas