Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

PM Jepang: Kita Bisa Buat Vaksin Sendiri, Mengapa Terlambat?

Yoshihide Suga mengatakan, bahwa Vaksin dapat dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri jepang terkait vaksin virus corona baru yang pertama kali di

PM Jepang: Kita Bisa Buat Vaksin Sendiri, Mengapa Terlambat?
Foto Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga saat menjawab pertanyaan kalangan oposisi di parlemen Jumat ini (5/2/2021) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Dalam rapat intensif parlemen Rabu ini (17/2/2021) Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan, bahwa vaksin dapat dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri Jepang terkait vaksin virus corona baru yang pertama kali diinokulasi di Jepang.

"Sistem manajemen krisis sangat penting. Gagasan yang bertujuan untuk mengembangkan vaksin domestik dan agen terapeutik bisa dan sedang dilakukan segera," tekan PM Suga.

Sementara ini mulai Rabu (17/2/2021) vaksin yang dibuat oleh Pfizer, perusahaan farmasi besar AS, akan digunakan.

"Saya sepenuhnya sadar bahwa masyarakat bertanya-tanya mengapa tidak ada vaksin di Jepang. Perlu ada dukungan yang menyeluruh agar obat dan vaksin terapeutik dapat diproduksi di Jepang."

Perdana menteri memposisikan vaksinasi sebagai "faktor penentu" untuk konvergensi infeksi.

Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Norihisa Tamura mengatakan, “Penting untuk menyampaikan reaksi sampingan kepada masyarakat agar dapat menilai risiko dan keuntungan (keuntungan). Kami ingin mendapatkan pemahaman melalui keterbukaan informasi yang solid," ungkap menteri kesehatan Tamura.

Baca juga: Vaksinasi Kepada 40.000 Pekerja Medis dan 100 Institusi Medis Jepang Mulai Besok

Ada tiga alasan keterlambatan pembuatan vaksin "Made in Japan" tersebut.

"Yang pertama adalah bahwa orang Jepang secara tradisional memiliki karakter nasional yang berhati-hati mengenai keamanan dan kemanjuran vaksin," ungkap Hiroyuki Kunishima, seorang profesor dari Departemen Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Universitas St. Marianna dan direktur Pusat Penyakit Menular di Rumah Sakit Universitas baru-baru ini.

Vaksinasi dapat memberikan kekebalan untuk mencegah perkembangan dan keparahan infeksi, tetapi dapat menyebabkan "reaksi samping" dari reaksi merugikan yang tidak diinginkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas