Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Bagaimana Pandemi Corona Memengaruhi Persahabatan?

Pandemi virus corona telah mengubah hidup kita, memengaruhi segala hal mulai dari cara bekerja hingga hubungan keluarga dan persahabatan,…

Sebelum pandemi virus corona merebak, Anna (nama samaran) yang berusia 17 tahun, selalu dapat bertemu dengan teman-temannya dengan mudah. Tetapi saat ini kebiasaan untuk berkumpul bersama, mengobrol, berbelanja, atau keluar malam tidak dapat lagi dilakukannya. Sebaliknya, para remaja kini terhubung secara online.

Dengan ditutupnya sekolah di seluruh Jerman, Anna kehilangan kontak dengan semua orang kecuali teman-teman terdekatnya. Sesekali dia menghabiskan waktu dengan seorang gadis yang tinggal di dekat rumahnya.

"Saya belum pernah bertemu dengan teman yang lain," katanya kepada DW. "Orang tua saya tidak menginginkan saya (bertemu teman), karena tingginya angka infeksi."

Pembatasan yang mulai diberlakukan hampir setahun lalu, telah mempersulit banyak orang untuk mempertahankan dan memelihara persahabatan. Pertemuan yang melibatkan banyak orang telah dilarang.

Khawatir tertular virus corona membuat banyak orang berpaling untuk bertemu teman di luar ruangan - namun suhu musim dingin membuat keinginan itu sulit terwujud.

Kaum muda bukan satu-satunya yang berjuang, orang tua juga kesulitan untuk bersosialisasi. Dengan ditutupnya klub, bar, dan tempat olahraga, tidak sedikit yang merasa sulit untuk tetap berhubungan dengan teman.

Menghidupkan kembali 'persahabatan dekat'

Jadi, apakah pandemi merusak persahabatan kita? Bisa ya dan tidak, Wolfgang Krüger, psikoterapis berbasis di Berlin yang menulis buku tentang persahabatan, mengatakan kepada DW.

Dia membedakan antara persahabatan dekat dan biasa. Krüger menggambarkan persahabatan biasa "berdasarkan kegiatan bersama, seperti bernyanyi dalam paduan suara, berolahraga, atau bermain kartu di pub." Tanpa konteks itu, persahabatan ini memudar, kata Krüger.

Itulah salah satu alasan mengapa kesepian menjadi sangat akut di antara pria lajang lanjut usia, tambahnya. Kondisi tersebut juga dikonfirmasi oleh Silbernetz, sebuah organisasi yang menangani kesepian bagi orang yang lanjut usia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas